Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menguatkan langkah pencegahan kekerasan anak di sekolah.
Hal itu ditandai dengan digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Kasus Kekerasan Terhadap Anak bagi kepala sekolah dan guru BK tingkat SMP/MTs swasta serta kepala sekolah SD se-Kota Padang di Gedung Bagindo Aziz Chan, Selasa (21/4/2026).
Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman menegaskan pentingnya peran sekolah dalam menciptakan lingkungan aman bagi anak.
“Anak merupakan harapan bangsa di masa depan, sebagai generasi penerus bangsa yang mempunyai peran strategis dalam menjamin kelangsungan suatu bangsa dan negara. Oleh karenanya, anak harus dilindungi agar dapat tumbuh secara optimal baik dari segi fisik maupun psikologisnya,” ujar Boby Firman.
DP3AP2KB Padang menargetkan peningkatan kemampuan pendidik dalam mengelola kasus kekerasan di sekolah.
Peserta juga belajar merespons pengaduan secara tepat serta menyusun program pencegahan dan penanganan kasus secara nyata.
DP3AP2KB Padang menghadirkan narasumber berkompeten dalam kegiatan ini. Di antaranya H. Mulyadi Muslim, Lc.MA dari MUI Kota Padang, psikolog Neni Andriani, serta Marta Suhendra, M.Pd dari UIN Kota Padang.
Sekolah Didorong Bangun Budaya Peduli Anak
Upaya pencegahan kekerasan anak di sekolah tidak lagi hanya bertumpu pada kurikulum. Pemerintah mendorong terbentuknya budaya peduli yang menyeluruh di lingkungan pendidikan.
Peningkatan kapasitas guru BK dan kepala sekolah menjadi fokus utama agar mereka mampu merespons setiap kasus dengan perspektif perlindungan anak yang kuat.
Sinergi Jadi Kunci Pencegahan Kekerasan
Boby Firman menegaskan pentingnya kerja sama lintas pihak dalam pencegahan kekerasan anak.
“Sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan siswa,” tegasnya.
Regulasi Sekolah dan Edukasi Hak Anak Diperkuat
Sekolah juga perlu memperkuat regulasi internal untuk mencegah kekerasan fisik maupun emosional. Sistem pengamanan ini menutup celah tindakan salah di lingkungan pendidikan.
Selain itu, edukasi hak anak menjadi langkah penting. Siswa perlu memahami haknya agar berani melapor ketika mengalami perlakuan yang tidak wajar.
Harapan Lahir Aksi Nyata di Sekolah
Boby Firman berharap kegiatan Bimtek tidak berhenti pada kegiatan formal. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut nyata di lapangan.
“Kegiatan Bimtek Manajemen Kasus ini diharapkan dapat menjadi sebuah wadah untuk kita sama-sama berdiskusi untuk menyepakati program-program yang akan kita laksanakan untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak terutama di sekolah,” jelasnya.
Peran P2TP2A sebagai Mitra Sekolah
DP3AP2KB juga mengingatkan peran penting P2TP2A (Pusat Pemberdayaan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak).
P2TP2A berfungsi sebagai mitra sekolah untuk konsultasi dan pelaporan kasus secara gratis pada jam kerja. Koordinasi ini diharapkan mempercepat intervensi terhadap potensi kekerasan sebelum berdampak lebih luas bagi anak. (*/red)






