Padang, Javanusa—Duta Anak dari berbagai SMP dan sederajat di Kota Padang mendapat pembekalan untuk ikut mencegah kekerasan terhadap anak dan perkawinan usia anak.
Pembekalan tersebut berlangsung melalui kegiatan diseminasi yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang di Gedung Mini Teater Lantai 2 Youth Center Kota Padang, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan itu menghadirkan Kepala DP3AP2KB Kota Padang Boby Firman, perwakilan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand), serta perwakilan Polresta Padang sebagai narasumber.
Duta Anak Didorong Jadi Pelopor dan Pelapor
Boby Firman mengatakan, kegiatan tersebut secara khusus menyasar Duta Anak dari forum SMP dan sederajat se-Kota Padang.
Menurutnya, peserta perlu memahami berbagai bentuk kekerasan terhadap anak serta risiko perkawinan pada usia anak. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mereka teruskan kepada teman sebaya di lingkungan sekolah.
“Hari ini Dinas P3AP2KB melaksanakan diseminasi tentang kekerasan terhadap anak dan perkawinan anak usia dini dengan peserta Duta Anak dari forum SMP se-Kota Padang,” kata Boby.
Ia menjelaskan, Duta Anak memiliki posisi strategis dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih aman bagi siswa.
Para peserta juga diarahkan untuk menjadi pelopor sekaligus pelapor ketika menemukan persoalan yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak.
“Nantinya kita inginkan anak ini menjadi pelopor dan pelapor terutama di sekolahnya. Serta bisa menjadi agen anti-kekerasan dan tempat curhat bagi teman-temannya,” ujar Boby.
Duta Anak Dibekali Edukasi Teman Sebaya
Selain menerima materi pencegahan kekerasan, para Duta Anak juga mendapat pembekalan agar mampu memberikan edukasi kepada teman sebaya.
Mereka diharapkan dapat menjadi ruang awal bagi siswa yang ingin menyampaikan persoalan atau mencari tempat berkonsultasi.
Pendekatan tersebut memungkinkan informasi mengenai kekerasan terhadap anak lebih cepat tersampaikan di lingkungan sekolah. Peran teman sebaya juga dapat membantu siswa merasa lebih nyaman ketika menghadapi persoalan.
Libatkan FK Unand dan Polresta Padang
Untuk memperkuat materi, DP3AP2KB menghadirkan narasumber dari FK Unand dan Polresta Padang.
Keterlibatan kedua pihak tersebut memberikan perspektif mengenai pencegahan kekerasan dan perkawinan anak dari sisi kesehatan serta perlindungan dan keamanan anak.
Melalui kegiatan ini, DP3AP2KB Kota Padang mendorong Duta Anak menjalankan peran aktif di sekolah masing-masing.
Mereka tidak hanya berfungsi sebagai peserta kegiatan, tetapi juga diharapkan menjadi agen pencegahan kekerasan yang mampu mengedukasi, mendampingi, dan menyampaikan laporan ketika menemukan persoalan di lingkungan sekolah. (*)






