Padang, Javanusa—Dinas Pertanian Kota Padang mengatakan fenomena El Nino belum berdampak di Kota Padang. Hal tersebut karena intensitas curah hujan masih sering terjadi di Kota Padang.
“Hingga hari ini belum ada dampaknya. Kondisi itu bisa kita lihat dari intensitas hujan yang masih sering terjadi,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani.
Yoice menjelaskan, sejauh ini wilayah yang terdampak El Nino terjadi di Jawa dan wilayah timur Indonesia.
Meski begitu, ia mengatakan kalau terjadi El Nino, maka petani dapat mengantisipasi dengan cara pengamatan hama dan penyakit tanaman.
“Jika terjadi kemarau yang menyebabkan kekeringan, hama atau penyakit tanaman sangat rentan dan cepat berkembang,” tuturnya.
Selain itu, pengelolaan irigasi. Dalam pengelolaan irigasi, petani dapat lebih selektif lagi. Seperti menata air yang masuk ke sawah.
Jika pada musim hujan air dapat dipakai lebih banyak. Namun, jika terjadi musim kemarau, tentu perlu manajemen yang baik dalam pengelolaan air. Khususnya P3A, lebih diatur agar semuanya mendapat bagian.
“Apabila kelompok tani memiliki pompa air sawah dan dekat sumber air, dapat dibantu menyalurkan air melalui itu. Sebab beberapa kelompok tani sudah difasilitasi dengan pompa air,” terangnya.
Selanjutnya, pemilihan pupuk yang tepat juga sangat penting untuk dipertimbangkan.
“Jika terjadi El Nino, petani agar lebih banyak menggunakan pupuk organik. Pupuk organik ini dapat menyebabkan tanah lebih lembab dibandingkan anorganik,” jelasnya.
“Pupuk anorganik dapat menyebabkan tanah menjadi kering. Dan ini dapat menyebabkan tanah lebih keras,” tutupnya.
Iq berharap El Nino tidak terjadi di Padang. Jika El Nino melanda, maka petani dapat mengikuti anjuran tersebut. (*/jn01)






