Javanusa.com—Emas telah lama dikenal sebagai salah satu instrumen lindung nilai atau safe haven yang diminati masyarakat.
Nilainya cenderung stabil dalam jangka panjang, sehingga sering dipilih sebagai sarana penyimpanan kekayaan.
Selain emas batangan, emas perhiasan juga kerap dibeli karena memiliki nilai estetika sekaligus fungsi finansial. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah emas perhiasan benar-benar cocok untuk investasi?
Jawabannya, emas perhiasan bisa digunakan sebagai investasi, tetapi tingkat efektivitasnya tidak seoptimal emas batangan. Hal ini disebabkan adanya biaya tambahan saat pembelian serta potongan ketika dijual kembali.
Kelebihan Emas Perhiasan sebagai Investasi
1. Multifungsi: Investasi Sekaligus Aksesori
Emas perhiasan tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan nilai, tetapi juga dapat digunakan sebagai aksesori sehari-hari. Dengan demikian, pemilik tetap bisa memanfaatkannya tanpa harus menyimpannya saja di brankas.
Selain itu, perhiasan emas relatif mudah dijual kembali ketika membutuhkan dana cepat.
2. Mudah Ditemukan dan Dibeli
Perhiasan emas tersedia luas di toko emas, baik di perkotaan maupun daerah. Variasi desain dan kadar emas yang beragam membuat pembeli dapat menyesuaikan dengan kemampuan finansial.
Saat ini, pembelian juga semakin mudah karena sudah banyak toko resmi yang menyediakan layanan penjualan secara daring.
Kekurangan Emas Perhiasan untuk Investasi
1. Terdapat Biaya Pembuatan
Saat membeli emas perhiasan, pembeli tidak hanya membayar nilai emas, tetapi juga biaya produksi atau ongkos desain. Biaya ini umumnya berkisar 10–20 persen dari harga total.
Sayangnya, biaya tersebut tidak diperhitungkan saat perhiasan dijual kembali, sehingga nilai investasinya menjadi berkurang.
2. Harga Jual Kembali Lebih Rendah
Nilai buyback emas perhiasan cenderung lebih rendah dibandingkan harga beli. Kondisi fisik, kelengkapan surat pembelian, hingga tingkat kerumitan desain dapat memengaruhi harga jual.
Jika surat pembelian hilang atau kondisi perhiasan rusak, potongan harga biasanya akan semakin besar.
Tips Agar Emas Perhiasan Tetap Menguntungkan
1. Pilih Kadar Emas Tinggi
Pilih perhiasan dengan kadar emas minimal 17K atau 18K ke atas. Semakin tinggi kadar emas, biasanya semakin stabil pula nilai jual kembalinya.
2. Hindari Desain Terlalu Rumit
Desain yang kompleks cenderung memiliki biaya pembuatan lebih tinggi. Karena biaya tersebut tidak dihitung saat jual kembali, maka potensi kerugian bisa meningkat. Tambahan batu atau ornamen non-emas juga tidak selalu menambah nilai investasi.
3. Simpan Bukti Pembelian
Nota atau sertifikat pembelian harus disimpan dengan baik. Dokumen ini membantu memperlancar proses penjualan kembali dan dapat mengurangi potongan harga.
Emas Perhiasan vs Emas Batangan: Mana Lebih Baik?
Jika tujuan utama adalah investasi jangka panjang dengan potensi keuntungan maksimal, emas batangan masih menjadi pilihan paling efisien karena selisih harga beli dan jualnya lebih kecil.
Namun, jika menginginkan aset yang sekaligus dapat digunakan sebagai perhiasan, emas perhiasan tetap menjadi alternatif yang layak.
Nilainya memang tidak seoptimal emas batangan, tetapi tetap lebih aman dibandingkan menyimpan uang dalam bentuk tunai untuk konsumsi. (*/red)






