Javanusa.com—Emas putih asli tidak serta-merta meleleh atau berubah hitam permanen ketika terkena api biasa.
Namun, paparan panas dapat memengaruhi warna dan kondisi permukaannya, bergantung pada kadar emas serta komposisi logam campuran.
Kondisi tersebut kerap menimbulkan pertanyaan mengenai keaslian perhiasan emas putih. Padahal, tes bakar bukan metode yang akurat untuk membedakan emas putih asli dan imitasi.
Emas putih merupakan campuran emas dengan logam lain, seperti paladium atau nikel. Produsen biasanya menambahkan lapisan rodium untuk menghasilkan tampilan putih yang cerah dan mengilap.
Lantas, bagaimana reaksi emas putih asli dan palsu ketika terkena api? Dikutip dari Galeri24, berikut penjelasan mengenai karakteristik, risiko, serta cara yang lebih tepat untuk memeriksa keasliannya.
Reaksi Emas Putih Asli Saat Dibakar
Emas putih asli umumnya mampu bertahan dari paparan singkat api biasa tanpa langsung meleleh. Meski demikian, panas dapat memengaruhi lapisan rodium dan logam campuran yang terkandung dalam perhiasan.
Perubahan warna pada permukaan juga mungkin terjadi akibat kotoran atau reaksi material terhadap panas. Namun, perubahan tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa perhiasan mengandung emas palsu.
Bahkan, perhiasan yang kembali terlihat putih setelah dibersihkan belum tentu memiliki kadar emas yang sesuai dengan klaim penjual. Pemeriksaan kadar logam tetap diperlukan untuk memastikan keaslian emas putih.
Bagaimana Reaksi Emas Putih Palsu Ketika Terkena Api?
Perhiasan imitasi dapat mengalami perubahan warna, pengelupasan lapisan, atau perubahan bentuk ketika terkena panas.
Namun, reaksi tersebut bergantung pada bahan pembuatnya. Tidak semua logam imitasi langsung menghitam, mengeluarkan bau, atau meleleh ketika terkena api.
Karena itu, perubahan warna tidak dapat menjadi satu-satunya indikator keaslian perhiasan.
Emas putih asli bisa mengalami perubahan warna akibat panas, sedangkan perhiasan imitasi belum tentu menunjukkan reaksi yang sama.
Titik Leleh Emas Murni dan Pengaruh Panas
Emas murni memiliki titik leleh sekitar 1.064 derajat Celsius. Suhu ini jauh lebih tinggi dibandingkan suhu yang biasanya dihasilkan korek api atau kompor rumah tangga.
Namun, perhiasan emas putih tidak sepenuhnya terdiri dari emas murni. Kandungan logam campuran dapat memengaruhi karakteristik material ketika menerima panas.
Paparan suhu tinggi tetap berpotensi merusak bentuk perhiasan, sambungan logam, batu permata, maupun lapisan rodium.
Dengan demikian, ketahanan emas terhadap panas tidak menjamin seluruh komponen perhiasan aman ketika terkena api.
Risiko Menguji Keaslian Emas Putih dengan Cara Dibakar
Menguji emas putih menggunakan api dapat menimbulkan sejumlah risiko yang perlu diperhatikan sebelum mencoba metode tersebut.
1. Merusak Lapisan Rodium
Lapisan rodium memberikan warna putih cerah dan kilau pada perhiasan emas putih.
Paparan panas yang tidak terkendali dapat memengaruhi kondisi lapisan tersebut. Akibatnya, perhiasan mungkin kehilangan sebagian kilau dan membutuhkan perawatan ulang.
2. Merusak Bentuk dan Komponen Perhiasan
Panas berlebih dapat merusak bagian tertentu pada perhiasan, terutama yang memiliki batu permata atau komponen tambahan.
Sambungan logam dan bahan perekat juga berisiko mengalami kerusakan. Kondisi ini dapat mengurangi nilai estetika maupun fungsi perhiasan.
3. Menghasilkan Kesimpulan yang Tidak Akurat
Tes bakar tidak dapat memastikan kadar emas secara tepat. Perubahan warna maupun bentuk hanya menunjukkan reaksi material terhadap panas, bukan bukti pasti keaslian logam.
Karena itu, pemeriksaan oleh tenaga profesional menjadi pilihan yang lebih aman dan akurat.
Cara Memastikan Keaslian Emas Putih
Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memeriksa komposisi logam adalah XRF (X-ray fluorescence).
Teknologi ini membantu mengidentifikasi unsur logam dalam perhiasan tanpa harus membakarnya. Pemeriksaan tersebut dapat memberikan informasi mengenai komposisi material dan membantu menilai kadar emas.
Selain itu, pemeriksaan oleh tenaga profesional dapat membantu mengevaluasi kondisi fisik serta karakteristik perhiasan secara menyeluruh.
Emas putih asli tidak selalu menghitam ketika dibakar. Sebaliknya, perubahan warna pada perhiasan juga tidak otomatis membuktikan bahwa emas tersebut palsu.
Kadar emas, logam campuran, serta lapisan rodium dapat memengaruhi reaksi perhiasan terhadap panas.
Hindari menggunakan tes bakar sebagai patokan keaslian emas putih. Pemeriksaan profesional dengan metode seperti XRF menjadi pilihan yang lebih aman untuk mengetahui komposisi logam tanpa merusak perhiasan. (*)






