Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 Bidik 300 Tenant dan 10 Ribu Pengunjung

Penulis -

Selasa, 15 September 2026 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Teknis Persiapan Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di Balai Kota Madiun, Selasa (15/9/2026). (Foto: Kemenhaj)

Rapat Teknis Persiapan Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di Balai Kota Madiun, Selasa (15/9/2026). (Foto: Kemenhaj)

Madiun, Javanusa—Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 menargetkan sekitar 300 tenant dan hampir 10 ribu pengunjung.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiapkan ajang tersebut sebagai wadah memperluas kolaborasi sekaligus mengembangkan potensi ekonomi di sektor haji dan umrah.

Hingga tahap persiapan, sekitar 260 tenant telah menyatakan keikutsertaannya. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat pelaku usaha terhadap peluang pasar dalam ekosistem haji dan umrah.

Kepala Subdirektorat Fasilitasi Kemitraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Suviyanto, menyebut expo memiliki potensi besar karena mempertemukan berbagai unsur dalam satu kegiatan.

“Expo ini bukan hanya menjadi ruang pertemuan, tetapi juga momentum untuk membangun kolaborasi dan memperkuat ekosistem ekonomi yang tumbuh dari penyelenggaraan haji dan umrah. Karena itu, persiapannya perlu dilakukan bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas,” ujar Suviyanto dalam Rapat Teknis Persiapan Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di Balai Kota Madiun, Selasa (15/9/2026).

Digelar Bersamaan dengan Kick Off Manasik Haji Akbar

Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 akan berlangsung bersamaan dengan Kick Off Manasik Haji Akbar 2026. Agenda tersebut menjadi langkah awal persiapan manasik bagi jemaah yang akan menunaikan ibadah haji pada 1448 H/2027 M.

Masyarakat yang ingin memperdalam pengetahuan tentang manasik haji juga dapat mengikuti agenda tersebut. Penyelenggara menargetkan 15 ribu jemaah hadir secara langsung.

Selain itu, sekitar 150 ribu jemaah dari berbagai wilayah Indonesia akan mengikuti kegiatan tersebut secara daring. Kondisi ini membuka peluang bagi tenant untuk menjangkau calon konsumen yang lebih luas.

Dengan proyeksi hampir 10 ribu pengunjung, expo juga menjadi ruang promosi bagi produk dan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan jemaah haji serta umrah.

Baca Juga :  Hari Ini Jemaah Haji Indonesia Ikuti Wukuf di Arafah, Ini Kegiatannya

“Dengan jumlah tenant dan pengunjung yang cukup besar, kita ingin expo ini benar-benar memberikan nilai tambah. Bukan hanya bagi penyelenggara kegiatan, tetapi terutama bagi pelaku usaha yang menjadi bagian dari ekosistem haji dan umrah,” katanya.

Jawa Timur Dinilai Punya Pasar Besar

Kemenhaj memilih Jawa Timur sebagai salah satu lokasi strategis karena provinsi tersebut memiliki basis jemaah haji yang besar. Kota Madiun juga berperan sebagai salah satu pusat perdagangan dan bisnis di wilayah Jawa Timur.

Menurut Suviyanto, kombinasi kedua faktor tersebut memberikan peluang besar bagi pengembangan ekonomi yang berkaitan dengan haji dan umrah.

“Jawa Timur memiliki basis jemaah yang sangat besar. Ini menjadi kekuatan yang perlu kita hubungkan dengan pelaku usaha dan UMKM agar aktivitas haji dan umrah juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” jelas Suviyanto.

Kemenhaj tidak ingin produk UMKM dalam ekosistem haji dan umrah hanya mengandalkan pasar daerah. Produk yang memenuhi standar kualitas dan memiliki daya saing diharapkan mampu berkembang hingga tingkat nasional.

Dalam jangka panjang, Kemenhaj juga membuka peluang agar produk tersebut masuk ke pasar internasional.

“Harapannya UMKM kita bisa naik kelas. Dari yang awalnya bermain di tingkat daerah, kemudian mampu masuk ke pasar nasional, bahkan kalau memungkinkan menjadi bagian dari rantai ekonomi haji dan umrah di tingkat internasional,” ujarnya.

Expo Berpeluang Digelar di Daerah Lain

Kemenhaj juga mempertimbangkan pengembangan model expo serupa di sejumlah daerah. Beberapa wilayah yang masuk rencana awal antara lain Yogyakarta, Sulawesi, dan Padang.

Pengembangan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak sejak tahap perencanaan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, penyelenggara acara, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya perlu membangun pola kerja sama yang kuat.

Baca Juga :  Fasilitas Kamar Haji Ramah Lansia di Makkah Dilengkapi Pegangan dan Akses Kursi Roda

“Penyelenggaraan kegiatan sebesar ini tidak mungkin berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha, penyelenggara acara, komunitas, dan seluruh unsur yang memiliki keterkaitan dengan pelayanan haji dan umrah,” tegas Suviyanto.

Menurutnya, kolaborasi menjadi faktor penting karena Indonesia memiliki ekosistem haji dan umrah dengan basis jemaah yang sangat besar. Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi dan kesinambungan program antara pemerintah pusat dan daerah.

“Yang ingin kita bangun adalah ekosistem. Ketika semua pihak bergerak bersama, kegiatan seperti expo tidak berhenti menjadi sebuah event, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kemitraan dan peluang ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Suviyanto. (*)

Berita Terkait

Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan
Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman
Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK
368 ASN Lulus Seleksi Mutasi Karier Batch II, Mulai Bergabung 1 November 2026
189 Pengaduan Travel Haji dan Umrah Masuk hingga September 2026, Kemenhaj Perketat Pengawasan
Kemenhaj Sumbar Ingatkan Travel Umrah Gunakan Identitas Sesuai Izin, ID Card Wajib Diberikan H-1
Perkuat Perlindungan Jemaah, Kemenhaj Sumbar Bentuk Satgas Awasi Travel Umrah di Bandara
Sidak Travel Umrah di BIM, Kemenhaj Sumbar Temukan Jemaah Batal Berangkat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru