Padang Panjang, Javanusa—Festival Alang-Alang Baradaik berlangsung meriah di Desa Wisata Kubu Gadang, Minggu (16/11/2025).
Menghadirkan permainan tradisional layang-layang yang menjadi wadah kebersamaan berbagai suku di Padang Panjang, Batipuah, dan X Koto (Pabasko).
Peserta tampil mengenakan pakaian khas Minangkabau, didampingi pemuka adat masing-masing. Panitia menyediakan Umpuak atau Saung sebagai tempat berkumpul tiap suku.
Saung-saung ini menjadi simbol persatuan dan silaturahmi lintas generasi meski berasal dari nagari berbeda.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menekankan pentingnya festival ini dalam menjaga identitas budaya sekaligus mendukung Program Unggulan Padang Panjang Semarak Festival.
Program tersebut bertujuan menjadikan kota tetap hidup dengan kegiatan seni, budaya, dan kreativitas masyarakat sepanjang tahun.
“Festival ini menegaskan bahwa Padang Panjang bukan hanya kota pendidikan dan religius, tetapi juga kaya budaya. Layang-layang dari alang-alang dan bambu menunjukkan kreativitas bisa lahir dari hal sederhana,” ujar Hendri.
Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia, peserta, dan masyarakat yang mendukung kegiatan ini.
Festival Alang-Alang Baradaik dijadwalkan kembali pada 19, 23, 29, dan 30 November, salah satunya akan dihadiri Menteri Kebudayaan.
Kategori umum memperebutkan hadiah juara I Rp7,5 juta, juara II Rp6 juta, dan juara III Rp5,5 juta. Sementara kategori pelajar dilaksanakan Rabu (19/11) dengan hadiah juara I Rp1,5 juta, juara II Rp1 juta, dan juara III Rp750 ribu. (*/red)






