Javanusa.com—Piala Dunia FIFA 2026 mulai memunculkan para pemain yang memberikan dampak terbesar bagi timnya.
Berdasarkan FIFA Power Rankings yang didukung Aramco, Lionel Messi, Ramin Rezaeian, dan Derek Cornelius menjadi nama teratas setelah seluruh laga putaran pertama fase grup rampung digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Pemeringkatan tersebut tidak hanya mengukur gol dan assist, tetapi juga menilai kontribusi pemain dalam membangun serangan, menciptakan peluang, hingga menghentikan ancaman lawan melalui analisis data performa yang komprehensif.
Messi Kuasai Kategori Ofensif
Kapten Argentina Lionel Messi langsung menempati posisi teratas kategori ofensif berkat penampilan luar biasa saat menghadapi Aljazair. Pemain berusia 39 tahun itu mencetak hattrick yang membawa Argentina menang 3-0 pada laga pembuka.
Statistik menunjukkan Messi menyumbang 60 persen dari total upaya tembakan Argentina sepanjang pertandingan. Ia menjadi satu-satunya pemain timnya yang mencatatkan tembakan tepat sasaran sekaligus mencetak seluruh gol La Albiceleste.
Efektivitas penyelesaian akhirnya juga mencuri perhatian. Tiga gol Argentina lahir dari peluang dengan nilai expected goals (xG) sebesar 1,58, menegaskan tingginya kualitas finishing sang bintang.
Kontribusi Messi tidak hanya terlihat di depan gawang. Pemain Inter Miami itu menerima bola sebanyak 23 kali di ruang antarlini dan membukukan 12 operan progresif yang membantu Argentina menciptakan situasi berbahaya.
Di bawah Messi, winger Selandia Baru Elijah Just menempati posisi kedua. Ketajamannya menjadi faktor penting saat The All Whites menahan Iran 2-2. Just mencetak dua gol dari dua peluang open-play yang didapatkannya.
Sementara itu, penyerang Prancis Kylian Mbappe dan gelandang Swedia Yasin Ayari juga masuk jajaran pemain ofensif terbaik. Mbappe mencetak dua gol ke gawang Senegal dari empat tembakan tepat sasaran serta menghasilkan lima progresi bola sukses.
Ayari bahkan mencatat efektivitas penyelesaian peluang yang sangat tinggi. Gelandang Swedia tersebut mampu melampaui kualitas peluang yang dimilikinya hingga 1,86 gol.

Rezaeian Pimpin Daftar Kreator Terbaik
Pada kategori kreativitas, nama Ramin Rezaeian menjadi pemain paling menonjol. Bek kanan Iran itu berperan besar dalam permainan menyerang timnya saat menghadapi Selandia Baru.

Rezaeian mencatatkan 16 umpan progresif dan 13 aksi yang berhasil membongkar organisasi pertahanan lawan. Pengaruhnya semakin terlihat karena ia turut mencetak gol penyeimbang serta terlibat langsung dalam gol kedua Iran.
Posisi berikutnya ditempati pemain sayap Prancis Michael Olise. Saat Les Bleus mengalahkan Senegal 3-1, Olise menghasilkan 19 aksi pemecah lini pertahanan, termasuk 17 melalui distribusi umpan.
Selain mencatat satu assist, Olise ikut berperan dalam dua dari tiga gol Prancis. Ia juga terlibat dalam sembilan rangkaian serangan yang berakhir dengan tembakan.
Daftar pemain kreatif terbaik turut diisi Lee Kang-in dari Korea Selatan, Julio Enciso dari Paraguay, dan Mohamed Salah dari Mesir.
Lee tampil impresif dengan menyelesaikan seluruh 38 umpannya secara akurat dan menyumbang satu assist saat menghadapi Republik Ceko. Di sisi lain, Enciso tetap menjadi pusat serangan Paraguay meski timnya kalah dalam penguasaan bola melawan Amerika Serikat.
Salah juga menunjukkan pengaruh besar melalui pergerakan tanpa bola dan umpan-umpan cerdas yang membantu Mesir menciptakan ancaman ke gawang Belgia. Ia turut menyumbang assist untuk gol Emam Ashour.

Derek Cornelius Jadi Tembok Pertahanan Terbaik
Kategori bertahan dipimpin bek Kanada Derek Cornelius yang tampil dominan saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina.
Cornelius mencatatkan 17 perebutan bola, angka tertinggi di antara seluruh pemain pada laga pembuka fase grup. Selain itu, ia membukukan 13 sapuan, empat blok, empat tekel, dan memenangkan delapan duel udara.

Bek Bosnia dan Herzegovina Nikola Katic juga menunjukkan performa defensif yang mengesankan dalam pertandingan yang sama. Ia mengoleksi 12 sapuan, lima blok, tujuh tekel, serta memenangi 11 duel udara.
Sebanyak 20 aksi bertahan Katic terjadi di area sepertiga pertahanan timnya, menggambarkan betapa besarnya kontribusi pemain tersebut dalam meredam serangan Kanada.
Kapten Amerika Serikat Tyler Adams turut mendapat perhatian berkat perannya membatasi Paraguay hanya menghasilkan 0,60 xG sepanjang pertandingan.
Sementara itu, bek Tanjung Verde Sidny Lopes Cabral menjadi salah satu faktor utama keberhasilan timnya mencatat clean sheet saat menghadapi Spanyol. Ia menyumbang lima blok, lima tekel, dan 10 perebutan bola yang membuat salah satu unggulan turnamen kesulitan mengembangkan permainan.
Gelandang Austria Xavier Schlager melengkapi daftar pemain bertahan terbaik. Meski berposisi sebagai gelandang, ia membukukan 11 perebutan bola dan tujuh aksi defensif di area sepertiga akhir lapangan saat Austria mengalahkan Yordania.
Penampilan Schlager membantu Austria mengendalikan jalannya pertandingan setelah fase awal yang berlangsung ketat dan menjadi fondasi penting bagi kemenangan timnya.







