Javanusa.com—Film Ketok Mejik akan menghiasi layar lebar Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Menggabungkan drama, komedi, dan unsur supranatural, film garapan Yogi S Calam ini mengangkat kisah pemilik bengkel yang berjuang mempertahankan usahanya dari ancaman pengusaha serakah, sekaligus dihantui persoalan masa lalu.
Berdurasi 113 menit, Ketok Mejik telah mengantongi klasifikasi 13+ dari Lembaga Sensor Film (LSF). Film ini menyajikan cerita yang memadukan humor dengan konflik kehidupan, sehingga menyasar penonton remaja hingga dewasa.
Tokoh utama, Ben, yang diperankan Ananta Rispo, menjalani hidup sebagai pemilik bengkel sederhana. Namun, kehidupannya mendadak berubah ketika ia diteror azab kubur akibat utang yang belum ia tuntaskan.
Masalah Ben tidak berhenti di situ. Ia juga harus mempertahankan bengkelnya dari upaya seorang pengusaha serakah yang ingin mengambil alih tempat usaha tersebut.
Tiga Karyawan Jadi Kekuatan Utama
Di tengah berbagai tekanan, Ben mendapat dukungan penuh dari tiga karyawan yang selalu berada di sisinya. Masing-masing hadir dengan karakter yang berbeda dan menghadirkan warna tersendiri dalam perjalanan cerita.
Made, yang diperankan Tarra Budiman, dikenal sebagai sosok ambisius. Sementara Saged, yang dimainkan Dodit Mulyanto, tampil ceplas-ceplos dan sering memancing tawa. Adapun Unung, yang diperankan Arief Didu, menghadirkan karakter polos yang melengkapi dinamika kelompok tersebut.
Interaksi keempat tokoh ini melahirkan banyak situasi kocak, sekaligus memperkuat nuansa komedi di tengah konflik yang mereka hadapi.
Palu Sakti Jadi Harapan Menyelamatkan Bengkel
Harapan Ben dan rekan-rekannya muncul dari sebuah palu sakti warisan leluhur. Benda tersebut diyakini memiliki kekuatan yang dapat membantu menyelamatkan bengkel sekaligus mengubah nasib mereka.
Keberadaan palu itu menjadi elemen supranatural yang membedakan Ketok Mejik dari film drama komedi pada umumnya.
Diperkuat Deretan Aktor dan Komedian
Selain dibintangi Ananta Rispo, film ini turut menghadirkan Dodit Mulyanto, Tarra Budiman, Arief Didu, serta Ersya Aurelia.
Melalui perpaduan drama, komedi, dan sentuhan mistis, Ketok Mejik menawarkan kisah tentang persahabatan, perjuangan mempertahankan mata pencaharian, serta cara unik menghadapi berbagai persoalan hidup. (*)






