Padang, Javanusa—Gelombang laut hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Sumatera Barat (Sumbar) mulai 23 hingga 26 September 2026. BMKG Maritim Teluk Bayur meminta nelayan dan pengguna jasa pelayaran meningkatkan kewaspadaan.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengatakan kondisi laut dalam beberapa hari ke depan dapat mencapai kategori sedang. Masyarakat perlu mengikuti perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas di perairan.
“Kami mencatat potensi gelombang kategori sedang dengan ketinggian mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Sumbar dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat yang beraktivitas di laut kami imbau untuk selalu memantau informasi cuaca maritim terbaru,” kata Sahat, Selasa (22/9/2026).
Gelombang 1,1 hingga 2,5 Meter pada 23-24 September
BMKG memprakirakan cuaca perairan Sumbar pada 23-24 September berada dalam kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Prakiraan tersebut berlaku mulai pukul 07.00 WIB pada 23 September sampai 06.00 WIB keesokan harinya.
Udara kabur berpotensi muncul di perairan Agam–Pasaman Barat dan Barat Siberut. Sementara itu, hujan ringan berpeluang turun di perairan Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Angin bergerak dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan 6-15 knot. Tinggi gelombang berada pada kisaran 1,1 hingga 2,5 meter.
Gelombang kategori sedang dengan tinggi 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di Agam–Pasaman Barat, Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Kondisi Laut Masih Bergelombang pada 24-25 September
Memasuki 24-25 September, cuaca perairan Sumbar diprakirakan berawan dengan peluang hujan ringan. Periode ini berlangsung mulai pukul 07.00 WIB pada 24 September hingga 06.00 WIB pada 25 September.
Hujan ringan berpotensi terjadi di Agam–Pasaman Barat, Barat Siberut, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan Timur Pagai. BMKG juga memperkirakan udara kabur di perairan Timur Siberut dan Timur Sipora.
Angin bertiup dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan 5-14 knot. Sementara itu, tinggi gelombang berkisar 1,3-2,5 meter.
Potensi gelombang sedang setinggi 1,25-2,5 meter masih mencakup wilayah perairan yang sama seperti periode sebelumnya.
Gelombang Mulai Menurun pada 25-26 September
Pada 25-26 September, kondisi cuaca laut berpotensi menjadi lebih dinamis. BMKG memprakirakan cuaca berawan tebal hingga hujan petir di sejumlah wilayah.
Hujan petir berpotensi terjadi di perairan Agam–Pasaman Barat dan Barat Siberut. Hujan ringan juga berpeluang turun di Barat Pagai, Barat Sipora, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, dan Timur Siberut.
Sementara itu, udara kabur berpotensi muncul di perairan Timur Sipora.
Angin pada periode tersebut bergerak dari tenggara hingga timur dengan kecepatan 3-12 knot. Tinggi gelombang diprakirakan turun ke kisaran 1,1-2,1 meter.
Meski cenderung menurun, gelombang kategori sedang dengan tinggi 1,25-2,5 meter masih berpotensi terjadi di Agam–Pasaman Barat, Barat Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
BMKG Rilis Prediksi Pasang Surut
Selain prakiraan gelombang, BMKG Maritim Teluk Bayur turut merilis informasi pasang surut untuk 23 September 2026.
Pasang air laut diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00-06.00 WIB dan 14.00-18.00 WIB. Sementara itu, periode surut berlangsung sekitar pukul 09.00-12.00 WIB serta 20.00-00.00 WIB.
Sahat mengatakan BMKG terus memperbarui informasi cuaca maritim untuk mendukung keselamatan masyarakat yang beraktivitas di laut.
“Kondisi cuaca di laut bisa berubah cukup cepat. Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk selalu mengecek informasi terkini melalui kanal resmi BMKG sebelum melaut,” ujarnya.
Karena itu, nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir perlu memantau informasi cuaca maritim sebelum beraktivitas. Pembaruan prakiraan dapat diakses melalui laman resmi BMKG Maritim di maritim.bmkg.go.id. (*)






