Gema Selawat Kebangsaan 1448 H Diluncurkan, Menag Ajak Umat Jaga Lingkungan

Penulis -

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar meluncurkan Gema Selawat Kebangsaan 1448 H di Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Foto: Jaya Perdhana/Kemenag)

Menag Nasaruddin Umar meluncurkan Gema Selawat Kebangsaan 1448 H di Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Foto: Jaya Perdhana/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nabawi 1448 H.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat meneladani Rasulullah dalam menjaga lingkungan dan mencegah kerusakan alam.

Peluncuran tersebut berlangsung bersamaan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Nasional 1448 Hijriah. Kegiatan mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah: Merajut Persaudaraan, Memuliakan Kemanusiaan”.

Momentum itu tidak hanya menekankan penguatan spiritual. Kemenag juga mendorong umat menerapkan nilai akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Gema Selawat Kebangsaan Targetkan 1,78 Juta Peserta

Kemenag membuka rangkaian kegiatan dengan Peringatan Maulid dan Ijazah Kubro Dalail Khairat. Menag Nasaruddin Umar menjelaskan makna penting ijazah dalam tradisi pembacaan selawat.

Menurut Nasaruddin, ijazah menjadi simbol penguatan spiritual bagi seseorang. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti kelulusan setelah menjalani sebuah tahapan.

“Ijazah itu semacam wisuda. Ijazah itu adalah tanda penguatan. Powerful terhadap seseorang yang dengan demikian kita perlu untuk memberikan pemberkahan,” ungkap Menag Nasaruddin di Gedung Kemenag Thamrin, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Ngaji Sirah Nabawi Perkuat Keteladanan Rasulullah

Nasaruddin Umar menilai pemahaman terhadap sirah Nabi tidak cukup melalui cerita secara terpisah. Menurutnya, sirah menggambarkan kehidupan Rasulullah secara lengkap dan kronologis.

Kajian tersebut mencakup latar belakang kehidupan Rasulullah hingga akhir hayatnya. Pemahaman menyeluruh itu diharapkan memperkuat hubungan batin umat dengan Nabi Muhammad SAW.

Nasaruddin juga menyampaikan pandangan spiritual bahwa Rasulullah senantiasa hidup dan hadir dalam kehidupan umat.

Karena itu, ia berharap masyarakat tidak berhenti pada peringatan Maulid. Nilai keteladanan Rasulullah perlu diterapkan dalam berbagai persoalan kehidupan.

Menag Soroti Ancaman Kebakaran Hutan dan Kabut Asap

Salah satu perhatian Nasaruddin dalam momentum Maulid Nabi ialah persoalan lingkungan. Ia menyoroti kebakaran hutan dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Wako Padang Bersama Forkopimda Pantau Posko Nataru, Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat

Menurutnya, masyarakat perlu menjadikan momentum tersebut sebagai dorongan untuk menghentikan kerusakan lingkungan. Ia bahkan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan asap sebagai musuh bersama.

“Mari kita menjadikan asap itu sebagai musuh bersama,” tegas Menag.

Nasaruddin mengingatkan dampak kabut asap tidak sebatas mengganggu pernapasan. Kondisi tersebut juga dapat memicu persoalan kesehatan yang serius.

“Ternyata bencana asap itu bukan sekedar menyusahkan kita bernafas, tapi itu akan menyimpan bibit-bibit penyakit yang sangat fundamental dan susah untuk disembuhkan, terutama yang berpenyakit asma, dan itu akan mempercepat proses kematian,” paparnya.

Karena itu, ia mengajak umat memahami kembali pesan ekologis dalam ajaran Rasulullah. Menurutnya, Nabi memiliki keteladanan kuat dalam memperlakukan alam dan makhluk hidup.

Pesan Ekologis Rasulullah Jadi Teladan

Nasaruddin mengisahkan larangan Rasulullah menggunakan api untuk menghancurkan makhluk hidup. Larangan tersebut bahkan mencakup makhluk kecil seperti semut.

“Hanya Allah yang berhak untuk menghukum dengan api. Jadi kalian tidak boleh menghukum semut, membakar tumbuh-tumbuhan dengan api,” ucap Menag.

Ia juga mengingatkan hubungan Rasulullah dengan alam. Pepohonan dan lingkungan, menurutnya, menjadi bagian dari kisah keteladanan Nabi.

Nasaruddin kemudian menekankan pentingnya penghijauan melalui pesan Rasulullah tentang menanam pohon.

“Seandainya dunia ini besok pasti kiamat, tetaplah kalian menanam pohon,” tegasnya.

Dalam pandangan yang ia sampaikan, membakar hutan merupakan bentuk kerusakan di muka bumi. Ia juga mengaitkannya dengan pentingnya menjaga kehidupan seluruh makhluk biologis.

Menag Ajak Hentikan Pembukaan Lahan dengan Membakar

Pada bagian akhir, Nasaruddin mengimbau masyarakat meninggalkan kebiasaan membakar pepohonan saat membuka lahan. Menurutnya, praktik tersebut membawa dampak luas bagi lingkungan.

“Nasihatilah saudara-saudara kita agar kita jangan membiasakan membersihkan atau membuka kebun-kebun dengan membakar pepohonan, sebab itu akan merusak oksigen, merusak alam, merusak paru-paru bumi,” imbaunya.

Baca Juga :  Satpol PP Padang Amankan 22 Orang dan 9 Botol Miras Saat Patroli Ketertiban

Ia berharap Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nabawi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Gerakan tersebut harus mendorong tindakan nyata untuk menjaga lingkungan.

“Itulah yang harus menjadi kekuatan moral, bagaimana supaya bangsa Indonesia ini tetap kita pertahankan sebagai paru-paru bumi,” pungkas Menag.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan gerakan tersebut mengajak umat berselawat secara serentak. Kegiatan itu menargetkan 1.781.945 peserta dari seluruh Indonesia.

Angka tersebut memiliki makna simbolis karena berkaitan dengan sejarah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain selawat bersama, Kemenag meluncurkan estafet Ngaji Sirah Nabawi. Program tersebut berlangsung selama tujuh hari bersama para ulama.

Kegiatan itu mengajak masyarakat memahami perjalanan hidup dan perjuangan Rasulullah secara lebih utuh.

“Gerakan ini mengajak masyarakat Indonesia memperbanyak shalawat melalui pembacaan Dalail Khairat, dengan semangat bershalawat untuk negeri meneladani sirah Nabi,” tutur Abu Rokhmad.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut. Mereka antara lain Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi.

Hadir pula Ketua Komisi Yudisial Abdul Chair Ramadhan dan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i. Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin juga mengikuti kegiatan tersebut. (*)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru