Padang, Javanusa—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024, di halaman Kantor Camat Pauh, Kamis (14/11/2024).
Ketua KPU Padang Dorri Putra mengatakan simulasi ini untuk melihat dan memberikan gambaran pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, sekaligus akan menjadi pedoman bagi semua KPPS dalam hari H pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara nantinya.
“Simulasi ini nantinya akan kita videokan, dan video tersebut akan kita sebar ke seluruh petugas KPPS untuk dijadikan panduan,” ujar Dorri.
Baca Juga: Pj Wako Padang Ajak Pemilih Pemula Gunakan Hak Pilih di Pilkada 2024
Simulasi ini, sebutnya, sama betul seperti berlangsungnya pemungutan suara di Pilkada nanti. Mulai dari pendaftaran peserta, pengambilan surat suara, pencoblosan surat suara, memasukkan surat suara yang telah dicoblos ke kotak suara, dan mencelupkan jari kelingking ke dalam tinta.
Koordinator Divisi Teknis KPU Padang, Arset Kusnadi menjelaskan simulasi di halaman kantor camat Pauh ini, merupakan lokasi TPS 007, Kelurahan Cupak Tangah.
“Semua petugas KPPS dalam simulasi ini merupakan petugas di hari H pemungutan suara nanti. Termasuk pemilih, merupakan pemilih asli di TPS 007,” ujar Arset.
“Alhamdulillah, pelaksanaan simulasi berjalan aman dan lancar. Pemilih terlihat sangat antusias mengikuti proses pemungutan suara,” tambahnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Andree Algamar berharap, melalui simulasi ini, pelaksanaan pesta demokrasi yang akan berlangsung di 27 November 2024 mendatang dapat berjalan dengan lancar, tertib dan aman.
“Saya apresiasi KPU Kota Padang yang sudah menyelenggarakan simulasi Pilkada ini. Melalui simulasi ini kita akan mengetahui kekurangan-kekurangan yang ditemukan, sehingga bisa dilakukan perbaikan untuk kesuksesan alek demokrasi ini,” ucap Pj Wako.
Andree mengharapkan kehadiran pemilih pada Pilkada serentak ini dapat meningkat, sehingga dapat dijadikan indikator keberhasilan pada penyelenggaraan Pilkada berikutnya.
“Kita harapkan partisipasi pemilih dapat meningkat. Kalau Pilpres dan Pileg kemarin itu sekitar 75 persen, maka pada Pilkada serentak nanti kita harapkan bisa di atas 75 persen,” ucapnya. (*/jn01)






