Bawaslu Campus Connect di UNP: Puadi Ajak Mahasiswa Perkuat Demokrasi Digital

Penulis -

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Bawaslu RI, Puadi membuka Bawaslu Campus Connect di UNP, Selasa (13/10/2026). (Foto: Bawaslu Sumbar)

Anggota Bawaslu RI, Puadi membuka Bawaslu Campus Connect di UNP, Selasa (13/10/2026). (Foto: Bawaslu Sumbar)

Padang, Javanusa—Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Puadi, mengajak mahasiswa memperkuat literasi digital dan berperan aktif menjaga kualitas demokrasi.

Ia menyampaikan ajakan tersebut saat membuka Bawaslu Campus Connect di Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (13/10/2026).

Mengusung tema “Generasi Digital, Demokrasi Transparan”, kegiatan ini mempertemukan Bawaslu dan perguruan tinggi untuk mendorong partisipasi mahasiswa.

Kolaborasi tersebut juga bertujuan memperkuat pengawasan pemilu yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi.

Puadi Tekankan Pentingnya Literasi Digital

Dalam sambutannya, Puadi mengapresiasi UNP yang membuka peluang kolaborasi dengan Bawaslu. Ia menilai kerja sama tersebut bukan sekadar hubungan antarlembaga atau sarana sosialisasi kepemiluan.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem demokrasi berbasis pengetahuan. Lingkungan akademik dapat mendorong masyarakat berpikir kritis dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Demokrasi yang sehat tidak cukup hanya ditopang oleh regulasi dan institusi. Demokrasi membutuhkan pengetahuan, nalar kritis, kebebasan akademik, partisipasi warga negara, serta kemampuan masyarakat untuk membedakan antara fakta dan manipulasi,” ujar Puadi.

Ia juga menyoroti perubahan pola komunikasi politik akibat perkembangan teknologi digital. Masyarakat kini memperoleh informasi, membentuk opini, dan berpartisipasi dalam kehidupan politik melalui berbagai platform digital.

Kondisi tersebut menuntut masyarakat, terutama generasi muda, untuk meningkatkan kemampuan memilah dan memverifikasi informasi. Mahasiswa perlu memahami konteks informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain.

Puadi mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar menjadi konsumen informasi. Mereka perlu mengambil peran sebagai warga digital yang kritis, aktif, dan bertanggung jawab.

“Jangan menjadi generasi yang paling cepat menerima informasi. Jadilah generasi yang paling kritis dalam memverifikasi informasi. Jangan hanya bertanya apakah informasi ini menarik, tetapi bertanyalah apakah informasi ini benar,” pesannya kepada mahasiswa.

Baca Juga :  Bawaslu Sumbar Maksimalkan Aplikasi SRIKANDI untuk Modernisasi Kearsipan Digital
Teknologi Perkuat Pengawasan Pemilu

Selain membahas literasi digital, Puadi menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengawasan pemilu. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat membantu Bawaslu meningkatkan efektivitas pencegahan dan mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini.

Teknologi juga dapat mendukung pengelolaan data serta mengintegrasikan sistem pengawasan. Dengan pendekatan tersebut, Bawaslu berpeluang memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan tugas pengawasan.

Meski demikian, Puadi mengingatkan bahwa inovasi teknologi harus tetap mengikuti prinsip transparansi dan akuntabilitas. Penggunaannya juga perlu memperhatikan etika, keamanan data, serta perlindungan hak-hak warga negara.

Ia menegaskan bahwa teknologi berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat demokrasi. Karena itu, pemanfaatannya tidak boleh mengesampingkan nilai dan prinsip demokratis.

Bawaslu Dorong Kampus Jadi Laboratorium Demokrasi

Melalui program Bawaslu Campus Connect, Puadi berharap kerja sama dengan UNP berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan. Sejumlah bidang potensial mencakup riset kepemiluan, kajian kebijakan, pendidikan literasi digital, dan pemeriksaan fakta atau fact-checking.

Kolaborasi tersebut juga dapat membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi yang mendukung pengawasan partisipatif. Keterlibatan akademisi dan mahasiswa diharapkan menghasilkan gagasan yang relevan dengan tantangan pemilu pada era digital.

Puadi mendorong perguruan tinggi agar tidak berhenti pada penyampaian informasi kepemiluan. Kampus perlu menjadi laboratorium demokrasi yang memberi ruang bagi penelitian, pengujian gagasan, dan pengembangan inovasi.

Melalui peran tersebut, mahasiswa dan akademisi dapat berkontribusi dalam merumuskan solusi untuk meningkatkan kualitas pengawasan pemilu. Pendekatan berbasis riset juga dapat memperkuat pemahaman publik terhadap proses demokrasi.

Kolaborasi Bawaslu dan UNP untuk Demokrasi Berintegritas

Pelaksanaan Bawaslu Campus Connect di UNP diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara Bawaslu dan perguruan tinggi. Kolaborasi ini menargetkan penguatan demokrasi yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan berintegritas.

Baca Juga :  MK Putuskan Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah Mulai 2029

Generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga kualitas demokrasi, baik melalui kecakapan digital maupun keterlibatan langsung dalam pengawasan pemilu. Kemampuan memeriksa informasi dan berpartisipasi secara bertanggung jawab menjadi bagian dari upaya menjaga ruang publik tetap sehat.

Menutup pesannya, Puadi menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan integritas manusia dan keterlibatan masyarakat.

“Teknologi adalah alat, data adalah sumber daya, dan institusi adalah instrumen. Namun, integritas manusia adalah penentu, dan partisipasi masyarakat adalah kekuatan yang menjaga demokrasi tetap hidup,” demikian pesan Puadi dalam kegiatan tersebut. (*)

Berita Terkait

SK Ketua Tak Sesuai Hasil Muscab, Kader PPP Pessel Gembok Sekretariat DPC
Cegah Politik Uang di Pemilu 2029, Bawaslu Sumbar Perkuat Komunitas Digital
Bawaslu Sumbar Tandatangani IKU 2026, Target Kinerja Diminta Realistis
176 PPPK Bawaslu Sumbar Tuntaskan Orientasi, Siapkan SDM Hadapi Pemilu 2029
Cerint Iralloza Tasya Tampung Aspirasi Warga, BPJS dan Pendidikan Jadi Sorotan
Arisal Aziz Mundur dari Ketua DPW PAN Sumbar, Sebut Upaya Perkuat Soliditas Partai Tak Terwujud
Wacana Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal Menguat, Bawaslu Sumbar dan Media Adu Gagasan
Bawaslu Sumbar Gandeng Media dan Mahasiswa Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Klasemen Liga Champions 2026/2027: Barcelona Kokoh di Puncak, MU Turun ke Posisi 7

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Drama 7 Gol! Inter Milan Kalah dari Club Brugge, Hat-trick Tresoldi Hancurkan Tuan Rumah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Arsenal Tekuk Lille 3-0, Calvin Verdonk Cetak Sejarah untuk Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Bayern Munich Ditahan Viking 3-3, Kartu Merah Michael Olise Jadi Petaka

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Atletico Madrid Bekuk MU 2-0, Leny Yoro Dikartu Merah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Sabet 9 Emas, Kickboxing Padang Juara Umum Porprov Sumbar 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Red Bull Jadi Sponsor Utama MotoGP Australia 2027, Adelaide Siap Gelar Balapan Bersejarah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Hasil AFC Champions League: Al Nassr Menang 3-1, Cristiano Ronaldo Cetak Gol  

Berita Terbaru