Jakarta, Javanusa—Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 merusak sedikitnya 20 rumah dan sejumlah fasilitas publik di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/10) pagi.
Satu orang juga mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi.
Data sementara BNPB mencatat 19 rumah mengalami kerusakan ringan dan satu rumah rusak sedang.
Kerusakan tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.
Selain rumah warga, gempa juga merusak sejumlah fasilitas publik dan tempat ibadah.
Tiga fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan. Bangunan tersebut yakni Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula.
Gempa juga berdampak pada SDK Manu Toghi dan Balai KB Desa Wallandimu. Keduanya tercatat sebagai fasilitas pendidikan dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
Sumba Barat Ikut Terdampak
Dampak gempa tidak hanya terjadi di Sumba Barat Daya. Kabupaten Sumba Barat juga melaporkan kerusakan pada sejumlah bangunan.
Tiga unit rumah atau asrama Koramil mengalami kerusakan ringan. Selain itu, dua bangunan KDKMP mengalami kerusakan pada plafon dan tembok.
Petugas masih melakukan pendataan untuk mengetahui keseluruhan dampak gempa. Pemeriksaan mencakup rumah warga, fasilitas umum, bangunan pemerintahan, serta infrastruktur lainnya.
Satu Orang Luka Ringan
Gempa juga menyebabkan satu orang mengalami luka ringan. Korban tertimpa reruntuhan bangunan ketika guncangan berlangsung.
Petugas telah memberikan penanganan kepada korban. Setelah mendapat perawatan, korban menjalani rawat jalan.
Hingga pendataan sementara dilakukan, tidak ada laporan korban meninggal dunia ataupun korban mengalami luka berat.
Warga Sempat Keluar Rumah
Guncangan gempa terasa cukup kuat di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Barat.
Sejumlah warga sempat keluar dari rumah setelah merasakan guncangan. Situasi kemudian kembali kondusif.
Wilayah pesisir bagian barat Pulau Sumba juga merasakan guncangan cukup kuat. Namun, hingga laporan tersebut disusun, tidak ada informasi mengenai potensi tsunami.
Ratusan Personel Disiagakan
BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya dan BPBD Kabupaten Sumba Barat melakukan pemantauan kondisi setelah gempa.
Kodim 1613/Sumba Barat dan Kodim 1629/Sumba Barat Daya turut memantau wilayah terdampak. Aparat kewilayahan dan Babinsa juga mengumpulkan informasi serta mendata kerusakan.
Posko awal penanganan bencana telah berdiri di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya.
Sebanyak 173 personel disiagakan untuk mendukung pemantauan dan penanganan apabila diperlukan.
Personel tersebut terdiri atas 30 anggota Kodim 1613/Sumba Barat, 68 anggota Kodim 1629/Sumba Barat Daya, dan 75 personel Yonif TP 930/TT.
BNPB Terus Memperbarui Data
BNPB terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur serta BPBD kabupaten terdampak.
Pemutakhiran data korban, kerusakan, dan kebutuhan masyarakat terus berlangsung seiring asesmen petugas di lapangan.
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta mengikuti informasi resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, serta instansi terkait.
Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan. Warga sebaiknya tidak memasuki bangunan sebelum petugas memastikan kondisinya aman.
Gempa Berpusat di Laut
Gempa Sumba Barat Daya terjadi pada Minggu (4/10) pukul 05.55 WIB atau 06.55 WITA.
Berdasarkan parameter awal BMKG yang diterima BNPB, pusat gempa berada di laut sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Gempa tercatat pada koordinat 9,70 derajat Lintang Selatan dan 118,92 derajat Bujur Timur. Pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.
Meski guncangannya cukup kuat, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. (*)






