Gempa M4,8 Guncang Bengkulu Utara Dini Hari, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Penulis -

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa M4,8 mengguncang Bengkulu Utara, Selasa dini hari. (Foto: BMKG)

Gempa M4,8 mengguncang Bengkulu Utara, Selasa dini hari. (Foto: BMKG)

Bengkulu, Javanusa—Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, pada Selasa (11/8/2026) dini hari. Gempa terjadi pukul 00.08 WIB dan tidak menimbulkan potensi tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di laut, sekitar 64 kilometer arah tenggara Enggano, Bengkulu.

Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis, gempa berpusat pada koordinat 5,92° Lintang Selatan dan 102,36° Bujur Timur. BMKG mencatat hiposenter gempa berada pada kedalaman 31 kilometer.

Gempa Dangkal akibat Aktivitas Subduksi

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, mengatakan karakteristik gempa menunjukkan adanya aktivitas tektonik di zona subduksi.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi,” ujar Wijayanto.

Analisis mekanisme sumber juga menunjukkan pola pergerakan geser naik atau oblique thrust pada struktur gempa tersebut.

Sementara itu, BMKG memetakan intensitas guncangan yang berbeda di sejumlah wilayah terdampak. Perbedaan tersebut berkaitan dengan jarak dan kondisi lokasi terhadap sumber gempa.

Guncangan Terasa di Enggano hingga Maje

Di wilayah Enggano, guncangan mencapai skala III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada tingkat ini, getaran terasa cukup nyata di dalam rumah dan dapat dirasakan seperti ada kendaraan berat atau truk yang melintas.

Kaur Selatan mengalami guncangan dengan intensitas II hingga III MMI. Sementara itu, masyarakat di Maje merasakan getaran pada skala II MMI.

Pada skala II MMI, sebagian warga dapat merasakan getaran. Benda-benda ringan yang tergantung juga dapat terlihat bergoyang akibat guncangan.

BMKG Belum Catat Gempa Susulan

Hingga pemantauan terakhir pada pukul 00.25 WIB, BMKG belum menemukan indikasi gempa bumi susulan atau aftershock.

Baca Juga :  Polresta Padang Ringkus Komplotan Pencuri Lintas Provinsi, Tiga Pelaku Dibekuk usai Kepergok Beraksi

BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik tersebut. Pemutakhiran informasi juga akan disampaikan kepada masyarakat dan pihak terkait apabila terdapat perkembangan baru.

Di sisi lain, BMKG meminta masyarakat tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Warga juga diimbau menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan setelah gempa. Langkah tersebut penting untuk menghindari risiko apabila terjadi guncangan berikutnya.

Masyarakat dapat memperoleh informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG, termasuk akun media sosial @infoBMKG dan situs resmi BMKG.

Informasi juga tersedia melalui portal InaTEWS BMKG, serta aplikasi infobmkg dan wrs-bmkg. Masyarakat disarankan menggunakan sumber resmi tersebut untuk menghindari informasi yang keliru. (*)

Berita Terkait

Polres Pariaman Bongkar Penimbunan 360 Liter Bio Solar Bersubsidi, Pria Lansia Ditangkap  
Satpol PP Padang Tertibkan Lapak PKL yang Gunakan Fasum di Jalan Khatib Sulaiman
Residivis Pencurian Ponsel Ditangkap  di Belakang Plaza Andalas
Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur
Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita
Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan
Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan
BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Berita Terbaru