Pariaman, Javanusa—Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (20/6/2026) pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 10.25 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 79 kilometer barat daya Pariaman.
Aktivitas Gempa Terdeteksi di Barat Daya Pariaman
BMKG melalui Pusat Gempa Bumi Regional (PGR) VI melaporkan gempa tersebut memiliki parameter magnitudo 4,2. Hasil analisis menunjukkan titik gempa berada pada koordinat 1,26 Lintang Selatan dan 99,82 Bujur Timur.
Lokasi episentrum berada di perairan barat daya Pariaman. Berdasarkan pemetaan BMKG, pusat guncangan berjarak sekitar 79 kilometer dari wilayah tersebut.
Gempa Termasuk Kategori Dangkal
Selain menentukan lokasi episentrum, BMKG juga menganalisis kedalaman sumber gempa. Hasilnya menunjukkan gempa berasal dari kedalaman 12 kilometer di bawah permukaan bumi.
“Gempa bumi yang terjadi di wilayah Barat Daya Pariaman ini berada pada kedalaman 12 kilometer,” tulis BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang dalam keterangan resminya, Sabtu (20/6/2026).
Kedalaman tersebut menempatkan peristiwa ini dalam kategori gempa dangkal yang umum terjadi akibat aktivitas tektonik di kawasan pesisir barat Sumatera.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Hingga siang hari, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa yang mengguncang Pariaman dan sekitarnya.
Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta mengikuti perkembangan terbaru melalui kanal resmi BMKG.
BMKG Ingatkan Data Awal Bisa Berubah
BMKG menjelaskan bahwa informasi gempa yang dirilis sesaat setelah kejadian bertujuan mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat.
Karena merupakan hasil pengolahan data awal, parameter gempa yang diumumkan masih dapat mengalami pembaruan apabila BMKG menerima data tambahan dari jaringan pemantauan seismik yang lebih lengkap.
Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi agar memperoleh data yang akurat dan terkini terkait perkembangan aktivitas gempa di wilayah Sumatera Barat. (*/red)






