Sumba Barat Daya, Javanusa—Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu pagi (4/6/2026). BNPB memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami.
Gempa terjadi sekitar pukul 05.55 WIB. Guncangan terasa cukup kuat di sejumlah wilayah Sumba hingga Manggarai Barat.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan warga merasakan getaran selama kurang lebih satu menit.
“Berdasarkan pemantauan sementara yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), guncangan dirasakan kuat selama kurang lebih 1 menit pada beberapa wilayah, yaitu di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat hingga Kabupaten Manggarai Barat,” ujar Berton dalam keterangan resmi, Minggu (4/10/2026).
Episentrum Gempa Berada di Laut
Data teknis mencatat episentrum gempa berada di wilayah perairan. Lokasinya sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer. Titik koordinatnya berada pada 9,70 Lintang Selatan dan 118,92 Bujur Timur.
Meski getaran berlangsung cukup lama, kondisi masyarakat di wilayah terdampak masih terkendali. BNPB juga belum menerima laporan mengenai kepanikan warga.
BPBD Masih Pantau Wilayah Terdampak
Sementara itu, BPBD setempat terus melakukan pemantauan setelah gempa Sumba Barat Daya terjadi. Petugas menyisir kawasan permukiman serta wilayah pesisir untuk memastikan kondisi masyarakat.
Hingga informasi tersebut dirilis, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun fasilitas publik. Tidak ada pula laporan korban jiwa akibat gempa.
BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga kebencanaan.
Warga Diminta Waspadai Dampak Gempa Susulan
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat di wilayah terdampak perlu menghindari bangunan yang mengalami keretakan. Warga juga diminta menjauh sementara dari garis pantai.
Imbauan tersebut bertujuan mengurangi risiko apabila terjadi gempa susulan atau perubahan kondisi di wilayah pesisir. Masyarakat diminta tetap tenang sambil menunggu informasi resmi dari pihak berwenang. (*)






