Gubernur Mahyeldi dan Menteri LH Bahas Perdagangan Karbon, Sumbar Punya Potensi Besar dari Perhutanan Sosial

Penulis -

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Mahyeldi dan Menteri LH Moh. Jumhur Hidayat saat pertemuan di Ruang VIP BIM, Senin (13/7/2026). (Foto: ADPSB)

Gubernur Mahyeldi dan Menteri LH Moh. Jumhur Hidayat saat pertemuan di Ruang VIP BIM, Senin (13/7/2026). (Foto: ADPSB)

Padang Pariaman, Javanusa—Peluang pengembangan perdagangan karbon berbasis perhutanan sosial menjadi salah satu agenda utama kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Moh. Jumhur Hidayat, di Sumbar.

Pemerintah Provinsi Sumbar berharap kolaborasi dengan pemerintah pusat dapat memperkuat pengelolaan lingkungan sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selama kunjungan yang berlangsung selama dua hari, Menteri LH dijadwalkan meninjau inovasi pengelolaan sampah terpadu berbasis kawasan, mengikuti kegiatan penanaman pohon, serta menghadiri Rapat Koordinasi Permasalahan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah bersama gubernur serta bupati dan wali kota se-Sumbar.

Gubernur Sumbar Mahyeldi menjelaskan Sumbar memiliki potensi besar dalam pengembangan perhutanan sosial.

Menurutnya, program itu mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

“Melalui kelompok-kelompok perhutanan sosial, masyarakat dapat memanfaatkannya untuk budidaya, pengembangan ekowisata, maupun berbagai jasa lingkungan lainnya. Karena itu, kami berharap penguatan program ini terus mendapat dukungan dari pemerintah pusat,” ujar Mahyeldi dalam pertemuan bersama Menteri LH di Ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Senin (13/7/2026).

Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah isu strategis, mulai dari pengelolaan sampah terpadu, penanaman pohon, hingga pengembangan perdagangan karbon melalui perhutanan sosial.

Perdagangan Karbon Berpotensi Bernilai Ekonomi

Menanggapi paparan tersebut, Menteri LH Moh. Jumhur Hidayat menilai Sumbar memiliki peluang besar mengembangkan perdagangan karbon dari kawasan hutan yang dikelola secara berkelanjutan, termasuk hutan adat dan kawasan kelola masyarakat.

“Ada yang namanya unit-unit karbon. Kawasan hutan, termasuk hutan adat atau kawasan yang dikelola masyarakat. Didata untuk mengetahui cadangan karbon yang dimiliki. Selanjutnya didaftarkan ke Sistem Registrasi Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI), itu bisa ditindaklanjuti,” jelas Jumhur.

Baca Juga :  Sutan Riska Kukuhkan Penyesuaian Masa Jabatan 52 Wali Nagari

Ia mengatakan unit karbon yang telah terdaftar memiliki nilai ekonomi karena dapat diperdagangkan kepada berbagai pihak yang membutuhkan kompensasi emisi karbon.

“Unit karbon itu bisa dibeli siapa pun dan nilainya cukup baik. Intinya, kita memperoleh manfaat ekonomi dari upaya menjaga lingkungan. Seperti mengurangi penebangan hutan atau menghentikan sumber emisi. Upaya itu memiliki nilai dan bisa diperdagangkan,” katanya.

Penguatan SDM Jadi Kunci

Meski memiliki prospek yang menjanjikan, Jumhur menegaskan pengembangan perdagangan karbon memerlukan kesiapan sumber daya manusia, baik di lingkungan pemerintah daerah maupun masyarakat.

“Mungkin kita harus menyiapkan pelatihan-pelatihan agar masyarakat dan daerah memahami mekanisme pengelolaan serta perdagangan karbon ini,” ujarnya.

Melalui kunjungan kerja ini, Pemprov Sumbar berharap sinergi dengan Kementerian LH semakin erat. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat pengelolaan sampah terpadu, memperluas implementasi perhutanan sosial. Serta mengoptimalkan perdagangan karbon sebagai instrumen pelestarian lingkungan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. (*)

Berita Terkait

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru