Gubernur Mahyeldi Dorong OPD Sumbar Miliki Unit Pengaduan Mandiri dengan Pendampingan Ombudsman RI

Penulis -

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi Nota Kesepakatan Ombudsman RI dengan Pemprov serta Pemkab/Pemko se-Sumbar, di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Selasa (27/1/2026). (Foto: ADPSB)

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi Nota Kesepakatan Ombudsman RI dengan Pemprov serta Pemkab/Pemko se-Sumbar, di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Selasa (27/1/2026). (Foto: ADPSB)

Padang, Javanusa—Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mendorong seluruh OPD Pemprov Sumbar membentuk unit pengaduan mandiri dengan pendampingan Ombudsman RI.

Langkah ini penting untuk memperkuat kualitas pelayanan publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi Nota Kesepakatan Ombudsman RI dengan Pemprov serta Pemkab/Pemko se-Sumbar, di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Selasa (27/1/2026).

Menurut Mahyeldi, hasil kajian Ombudsman menunjukkan pengelolaan pengaduan masyarakat di Sumbar berada pada tren positif. Ia menilai pendampingan Ombudsman memberi dampak nyata terhadap perbaikan layanan publik.

“Secara umum hasil kajiannya cukup baik. Ini menunjukkan pendampingan Ombudsman berdampak positif bagi peningkatan pelayanan publik,” ujar Mahyeldi.

Pendampingan Ombudsman Perkuat Respons OPD

Mahyeldi menjelaskan, pendampingan Ombudsman bertujuan memastikan setiap OPD mampu mengelola pengaduan masyarakat secara profesional dan transparan. Pengelolaan itu mencakup layanan daring maupun tatap muka.

Ia menekankan pentingnya unit pengaduan internal agar laporan masyarakat dapat ditangani lebih cepat dan terukur. Dengan sistem yang tertata, penyelesaian aduan diharapkan lebih solutif.

“Ke depan, semakin banyak OPD harus punya unit pengaduan sendiri. Dengan pendampingan Ombudsman, pengaduan bisa cepat ditindaklanjuti dan benar-benar memberi solusi,” kata Mahyeldi.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menegaskan pelayanan publik tidak boleh terhenti meski Sumbar sedang menghadapi bencana hidrometeorologi. Ia menyebut kehadiran negara justru semakin dibutuhkan dalam kondisi darurat.

Pemerintah daerah, kata dia, harus memastikan masyarakat tetap mendapat akses layanan dasar. Hal ini menjadi bagian dari tanggung jawab negara kepada warga terdampak bencana.

“Pascabencana, pelayanan harus tetap berjalan. Dalam situasi seperti ini, kehadiran negara sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Ombudsman Tegaskan Komitmen Awasi Layanan Publik

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumbar Adel Wahidi menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung penguatan sistem pelayanan publik di daerah. Fokus utama diarahkan pada pengelolaan pengaduan masyarakat.

Baca Juga :  1.500 Siswa Kristen Ikuti Pembinaan Iman, Fadly Amran: Jadi Penguat Karakter Generasi Muda

Menurut Adel, sistem pengaduan yang kuat merupakan fondasi tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Upaya ini sejalan dengan agenda reformasi birokrasi nasional.

“Kami melakukan pendampingan, asistensi pembentukan unit pengaduan OPD, monitoring, evaluasi, serta peningkatan kapasitas aparatur agar respons laporan masyarakat lebih cepat dan profesional,” ujar Adel.

Adel menilai sinergi berkelanjutan antara Ombudsman RI dan pemerintah daerah menjadi kunci peningkatan kualitas pelayanan publik. Kolaborasi ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan publik.

Rapat monitoring dan evaluasi tersebut dihadiri perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Sumbar. Sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama Pemprov Sumbar juga tampak hadir dalam kegiatan itu. (*/red)

Berita Terkait

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya
Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru