Gubernur Mahyeldi Dorong Unand Jadi Pusat Inovasi Energi Terbarukan Sumbar

Penulis -

Jumat, 4 September 2026 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri Pertamina Goes to Campus 2026 Regional Sumbar di Auditorium Unand, Jumat (4/9/2026). (Foto: ADPSB)

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri Pertamina Goes to Campus 2026 Regional Sumbar di Auditorium Unand, Jumat (4/9/2026). (Foto: ADPSB)

Padang, Javanusa—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mendorong Universitas Andalas (Unand) memperkuat perannya sebagai pusat riset dan inovasi energi terbarukan.

Ia menilai potensi energi Sumbar membutuhkan dukungan teknologi, investasi, riset, dan sumber daya manusia unggul agar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 Regional Sumbar di Auditorium Unand, Jumat (4/9/2026).

Menurut Mahyeldi, Sumbar tidak bisa terus bergantung pada sumber daya alam sebagai tumpuan energi. Daerah juga perlu memperluas pemanfaatan energi terbarukan dengan mengandalkan pengetahuan, teknologi, inovasi, dan SDM berkualitas.

Ia berharap PGTC 2026 menjadi momentum untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret antara Pertamina, Unand, Pemprov Sumbar, dan dunia usaha.

“Kami ingin setelah hari ini lahir banyak kolaborasi antara Pertamina, Unand, Pemprov Sumbar, dan dunia usaha. Mahasiswa harus diberikan ruang melakukan riset, dosen berinovasi, industri membuka ruang pengembangan teknologi, dan pemerintah memastikan inovasi tersebut diterapkan untuk kepentingan masyarakat,” kata Mahyeldi.

Sumbar, lanjutnya, memiliki sejumlah peluang dalam pengembangan energi terbarukan, termasuk energi angin.

Namun, potensi tersebut membutuhkan riset, investasi, teknologi, serta tenaga ahli agar dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru.

Karena itu, Mahyeldi berharap Unand dapat menjadi salah satu pusat pengembangan gagasan, teknologi, dan SDM yang mendukung kebutuhan energi masa depan.

“Saya ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta teknologi. Tidak hanya menjadi konsumen energi, tetapi generasi yang mampu merancang sistem energi yang lebih bersih, efisien, mandiri, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Energi untuk Wilayah Terpencil

Selain mendorong inovasi, Mahyeldi menilai Sumbar perlu membangun sistem energi yang tangguh terhadap risiko bencana. Pemerintah juga harus memastikan akses energi menjangkau wilayah terpencil dan kepulauan.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Minta Kemenhut Tutup Akses SIPUHH PHAT Syamsir Dahlan, Novermal Yuska: Harus Ditindak Tegas

Menurutnya, ketersediaan energi menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu perhatian pemerintah berada di Kepulauan Mentawai. Pemprov Sumbar berencana mempersiapkan pemanfaatan tenaga surya untuk mendukung kebutuhan energi di daerah tersebut.

“Kita akan mempersiapkan tenaga surya di Mentawai. Tidak mungkin industri bergerak dan ekonomi lebih cepat kalau ketersediaan energi masih belum terjamin,” ujarnya.

Mahyeldi menilai transisi energi membutuhkan langkah yang lebih konkret. Pengembangan energi terbarukan, teknologi penyimpanan, sistem kelistrikan cerdas, serta inovasi berbasis kebutuhan masyarakat perlu berjalan secara beriringan.

Untuk mempercepat proses tersebut, ia menilai pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan generasi muda harus memperkuat sinergi.

Unand Siapkan Generasi Inovator

Rektor Unand Efa Yonnedi menyambut baik peran Pertamina yang menjadikan kampus sebagai ruang pertemuan antara dunia akademik dan industri.

Menurut Efa, PGTC memiliki arti penting bagi mahasiswa karena perubahan teknologi berjalan bersamaan dengan dinamika energi, iklim, demografi, dan geopolitik.

Ia mendorong mahasiswa mengambil peran lebih besar dalam menghasilkan solusi atas berbagai tantangan tersebut.

“Bagaimana kita ikut menjadi bagian, menjadi inovator, menjadi peneliti, menjadi mahasiswa penggerak untuk menemukan solusi-solusi baru mengatasi perubahan iklim,” kata Efa.

Sementara itu, Vice President Stakeholders Relation & Management PT Pertamina (Persero) Rifky Rahman Yusuf mengatakan PGTC tidak sekadar menjadi agenda Pertamina di lingkungan kampus.

Menurut Rifky, kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi sekaligus jembatan untuk mempertemukan kepentingan industri dengan kapasitas akademisi.

“Karena kami percaya masa depan Indonesia tidak dapat dibangun hanya oleh pemerintah, industri, ataupun perguruan tinggi sendiri. Kita membutuhkan sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan seluruh generasi muda,” ujar Rifky.

PGTC 2026 mengusung tema “Energizing Acceleration for Future Impact”. Kegiatan ini mempertemukan kebutuhan industri, kemampuan akademik, dan gagasan generasi muda untuk mendorong transformasi energi Indonesia.

Baca Juga :  Wapres RI-Gubernur Mahyeldi Shalat Jumat di Masjid Baitul Auliya Komplek Kantor Gubernur

Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan inovasi yang tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat menjawab kebutuhan energi sekaligus memberi dampak bagi masyarakat. (*)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru