Simposium Internasional di RSUP M. Djamil, Gubernur Mahyeldi Dorong Deteksi Dini Kanker Kolorektal dan Penguatan SDM Kesehatan 

Penulis -

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi membuka ASEAN Center of Excellence (CoE) Program and Symposium: Minimal Invasive Colorectal Surgery di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sabtu (6/6/2026). (Foto: ADPSB)

Gubernur Sumbar Mahyeldi membuka ASEAN Center of Excellence (CoE) Program and Symposium: Minimal Invasive Colorectal Surgery di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sabtu (6/6/2026). (Foto: ADPSB)

Padang, Javanusa—Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas tenaga kesehatan, perluasan deteksi dini, dan pemanfaatan teknologi medis modern untuk menghadapi peningkatan kasus kanker kolorektal.

Menurutnya, penyakit tersebut kini tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga semakin banyak ditemukan pada usia yang lebih muda.

Pernyataan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka ASEAN Center of Excellence (CoE) Program and Symposium: Minimal Invasive Colorectal Surgery di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan ilmiah berskala internasional tersebut dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia secara daring.

Selain itu, para pakar bedah, akademisi, dan tenaga kesehatan dari berbagai daerah serta negara ASEAN juga mengikuti kegiatan tersebut.

Turut hadir Presiden Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) dr. Nazarullah, jajaran Kolegium Ilmu Bedah, pimpinan RSUP Dr. M. Djamil, Universitas Andalas, serta peserta simposium.

Penguatan Kompetensi Tenaga Kesehatan

Mahyeldi menilai peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus berjalan seiring dengan penguatan kompetensi sumber daya manusia dan penguasaan teknologi medis yang terus berkembang.

“Tenaga kesehatan harus terus meningkatkan kemampuan dan kompetensinya. Tujuan utamanya adalah menyelamatkan manusia, menekan angka kematian, dan menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, simposium dan pelatihan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan sekaligus mempercepat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Upaya itu dinilai penting, terutama pada bidang bedah minimal invasif yang berkembang sangat pesat.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kolegium Ilmu Bedah, Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia, para narasumber, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Tiga Daerah Sumbar Raih Penghargaan Nasional 2026, Gubernur Mahyeldi Apresiasi Kinerja Daerah

“Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memperkuat kapasitas tenaga medis, khususnya di Sumbar,” katanya.

Kanker Kolorektal Jadi Tantangan Kesehatan Global

Mahyeldi mengingatkan kanker kolorektal masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang serius. Ia menilai tren meningkatnya jumlah penderita pada usia yang lebih muda harus menjadi perhatian bersama.

“Kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi di dunia. Yang menjadi perhatian kita, usia penderita saat ini semakin muda. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujarnya.

Menurut Mahyeldi, perubahan pola hidup menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kasus kanker kolorektal.

Konsumsi makanan olahan dan daging merah secara berlebihan, rendahnya konsumsi serat, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor risiko yang perlu diantisipasi sejak dini.

“Ada ketidakseimbangan antara apa yang kita konsumsi dengan energi yang kita keluarkan. Karena itu, pola hidup sehat harus menjadi perhatian bersama agar risiko berbagai penyakit, termasuk kanker, dapat ditekan,” tuturnya.

Karena itu, ia mendorong penguatan upaya pencegahan melalui edukasi dan deteksi dini agar kasus kanker dapat ditemukan lebih cepat serta ditangani secara optimal.

“Pembangunan kesehatan tetap menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Penguatan SDM kesehatan, pengembangan teknologi kesehatan, dan kolaborasi dengan berbagai institusi harus terus ditingkatkan,” tegas Mahyeldi.

Dukungan untuk Pusat Unggulan ASEAN

Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagai bagian dari jejaring ASEAN Center of Excellence di bidang Minimal Invasive Colorectal Surgery.

Menurutnya, keberadaan pusat unggulan tersebut menjadi kebanggaan bagi Sumatera Barat sekaligus membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Wagub Vasko Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Kelurahan Taratak Padang Kampuang Kota Payakumbuh

“Kami berharap pusat unggulan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi tenaga medis, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang modern, berkualitas, dan berstandar internasional,” katanya.

Selain itu, Mahyeldi menyebut Pemprov Sumbar terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di seluruh daerah. Salah satu langkah yang dilakukan ialah pengembangan RSUD Mohammad Natsir menjadi rumah sakit tipe A guna memperkuat sistem layanan rujukan di Sumbar.

“Kami ingin masyarakat Sumatera Barat mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa harus keluar daerah. Karena itu, peningkatan kualitas rumah sakit dan tenaga kesehatan akan terus menjadi fokus pembangunan daerah,” ujarnya.

Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan

Mengakhiri sambutannya, Mahyeldi berharap simposium internasional tersebut mampu memperkuat kolaborasi antara rumah sakit, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

“Pelayanan kesehatan yang berkualitas adalah investasi bagi masa depan bangsa. Karena itu, penguatan kompetensi dan kolaborasi harus terus kita dorong bersama,” tutup Mahyeldi. (*/red)

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB