Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) diminta tidak terlena dengan capaian penyelenggaraan haji 2026.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menilai musim haji 2027 justru menghadirkan tantangan yang lebih kompleks.
Ia meminta seluruh jajaran Kemenhaj terus meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji 2026 bukan alasan untuk mengurangi kewaspadaan.
Irfan menyampaikan pesan tersebut dalam agenda Doa dan Zikir Hari Khidmat Haji dan Umrah di Kantor Kemenhaj RI, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, banyak pihak mungkin mengira penyelenggaraan haji akan semakin mudah setelah kementerian melewati tahun pertama. Namun, kondisi tersebut tidak berlaku untuk musim haji 2027.
“Kadang kita berpikir tahun pertama berat, tahun kedua akan lebih mudah karena kita sudah mengetahui masalahnya. Tetapi 2027 justru menjadi tahun yang lebih berat,” ujar Irfan.
Kemenhaj sendiri resmi berdiri pada 8 September 2025. Sejak pembentukannya, kementerian tersebut mulai membangun sistem sekaligus menjalankan mandat penyelenggaraan haji dengan dukungan personel dari berbagai kementerian dan lembaga.
Kepuasan Jemaah Capai 93,2 Persen
Penyelenggaraan haji 2026 menjadi pengalaman penting bagi Kemenhaj dalam membangun tata kelola dan memperkuat pelayanan. Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan jemaah mencapai 93,2 persen.
Meski mencatat angka tinggi, Irfan meminta jajaran Kemenhaj tidak menjadikan hasil tersebut sebagai alasan untuk berhenti berbenah.
“Kalau tahun ini kita mendapatkan penilaian 93,2 persen, tahun depan harus lebih dari itu. Kita tidak bisa leha-leha. Tantangannya jauh lebih berat,” tegasnya.
Karena itu, Kemenhaj perlu memanfaatkan pengalaman dari dua musim haji sebelumnya untuk mengidentifikasi kekurangan. Setiap persoalan yang muncul harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan berikutnya.
Perubahan Kebijakan Arab Saudi Jadi Tantangan
Irfan juga menyoroti dinamika kebijakan di Arab Saudi serta perubahan biaya penyelenggaraan haji. Kedua faktor tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi persiapan musim haji mendatang.
Ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kemenhaj memperkuat koordinasi dan menggunakan pengalaman sebelumnya sebagai dasar pengambilan langkah. Menurutnya, pemahaman terhadap persoalan haji harus mendorong kinerja yang lebih baik.
“Jangan sampai karena kita sudah tahu masalahnya, kita kemudian merasa semuanya mudah. Justru karena kita sudah tahu, kita harus bekerja lebih baik,” katanya.
Selain peningkatan kinerja, kekompakan tim menjadi perhatian Menhaj. Ia menilai jajaran Kemenhaj kini memiliki pemahaman yang semakin kuat terhadap berbagai persoalan penyelenggaraan haji.
Modal pengalaman tersebut, lanjutnya, harus digunakan untuk menghadapi tantangan 2027 yang diperkirakan semakin kompleks.
Target Pelayanan Haji 2027 Lebih Baik
Irfan berharap capaian penyelenggaraan haji 2026 menjadi pijakan untuk menghadirkan layanan yang lebih baik pada musim berikutnya.
Ia menilai keberhasilan Kemenhaj tidak cukup hanya dengan mempertahankan tingkat kepuasan jemaah. Kementerian harus terus meningkatkan kualitas pengalaman jemaah selama menjalankan ibadah haji.
Dengan demikian, penyelenggaraan haji 2027 diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin aman, nyaman, mudah, dan bermakna bagi seluruh jemaah. (*)






