Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang melalui Perumda Padang Sejahtera Mandiri (PSM) selaku pengelola Trans Padang terus melakukan peningkatan layanan Trans Padang melalui pembenahan infrastruktur transportasi publik.
Salah satu fokus terbaru adalah revitalisasi Halte Pusat Kota Imam Bonjol yang melayani Koridor 2 dan 3, dengan fasilitas lebih aman dan nyaman bagi penumpang. Halte ini berada di Jalan Hasanuddin, Belakang Padang, Kecamatan Padang Selatan.
Pembaruan halte telah berlangsung sejak sepekan terakhir. Kini, halte tampil lebih fungsional dan ramah bagi pengguna transportasi umum.
Pembenahan halte ini untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang. Sejumlah fasilitas baru ditambahkan guna menunjang kebutuhan masyarakat.
CCTV hingga Charger Gawai
Fasilitas yang tersedia meliputi kamera pengawas (CCTV), colokan listrik untuk pengisian daya gawai, serta peta jaringan koridor Trans Padang. Penataan jalur layanan juga dibuat lebih jelas.
Menurut PSM, fasilitas ini penting untuk meningkatkan rasa aman sekaligus efisiensi perjalanan warga.
Halte Imam Bonjol melayani dua jalur strategis Trans Padang. Koridor 2 melayani rute Pusat Kota–Bungus Teluk Kabung, sedangkan Koridor 3 menghubungkan Pusat Kota dengan kawasan Pusat Pemerintahan.
Keberadaan peta jaringan koridor memudahkan masyarakat memilih rute sesuai tujuan. Hal ini efektif mengurangi kebingungan penumpang baru.
Staf Operasional Koridor 2 Trans Padang, Yudhi Sudarma, menyebut pembaruan halte memberi dampak positif bagi pengguna.
“Halte baru ini sangat bermanfaat karena masyarakat bisa menunggu dengan nyaman, tersedia charger handphone, dan informasi rute lebih jelas,” ujar Yudhi.
Senada, Rahma Gustina, siswi SMKN 9 Padang asal Bungus Teluk Kabung, mengapresiasi fasilitas baru tersebut.
“Terima kasih kepada Pemko Padang yang telah membangun halte baru untuk rute ke Bungus,” katanya.
Pemko Padang menilai peningkatan fasilitas halte merupakan bagian dari komitmen menghadirkan transportasi publik yang aman dan inklusif. Infrastruktur yang memadai diharapkan mendorong peralihan masyarakat ke angkutan umum.
Selain mendukung mobilitas perkotaan, langkah ini juga sejalan dengan upaya menciptakan transportasi berkelanjutan di Kota Padang. (*)






