Padang, Javanusa—Sebanyak 700 relawan Kelompok Siaga Bencana (KSB) mengikuti berbagai pelatihan teknis dan peningkatan kapasitas pada hari kedua Jambore KSB Kota Padang 2026, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan ABG Water Park, Lubuk Minturun, itu berfokus pada penguatan kemampuan penanganan bencana di lapangan.
Panitia memberikan berbagai pelatihan praktis kepada peserta. Mulai dari penggunaan mesin pemotong kayu (chainsaw), manajemen posko darurat, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga pengoperasian alat komunikasi Handy Talky (HT).
Instruktur yang berpengalaman dalam penanggulangan bencana menyampaikan seluruh materi pelatihan tersebut.
BPBD Tekankan Pentingnya Peningkatan Kapasitas Relawan
Ketua Pelaksana Jambore KSB Kota Padang 2026, Deni Harzandy, mengatakan penguatan keterampilan teknis menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan relawan menghadapi berbagai ancaman bencana.
Menurutnya, relawan tidak cukup hanya memahami teori kebencanaan. Mereka juga harus mampu mengoperasikan peralatan dan menerapkan prosedur penanganan darurat secara langsung di lapangan.
“Pelatihan ini dirancang agar peserta memiliki pengalaman praktik yang relevan dengan situasi yang kerap dihadapi saat terjadi bencana. Penguasaan penggunaan chainsaw, manajemen posko, pertolongan pertama, hingga komunikasi lapangan merupakan kemampuan dasar yang perlu dimiliki relawan,” ujarnya.
Deni yang juga menjabat Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Padang menilai peningkatan kapasitas relawan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, Kota Padang berada di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, hingga tanah longsor.
Karena itu, relawan KSB harus memiliki kesiapan, keterampilan, serta kemampuan koordinasi yang baik agar dapat mendukung penanganan darurat secara cepat dan efektif.
Jambore Jadi Sarana Peningkatan Kompetensi Relawan
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan jambore tidak hanya menjadi sarana mempererat hubungan antarrelawan. Tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi kebencanaan masyarakat.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengoptimalkan setiap sesi pelatihan. Sehingga mampu menjalankan peran sebagai garda terdepan saat terjadi bencana di lingkungan masing-masing.
“Relawan KSB memiliki posisi strategis dalam membantu masyarakat pada fase awal kejadian bencana. Karena itu, kemampuan teknis dan pemahaman terhadap prosedur penanganan darurat harus terus diperkuat,” katanya.
Jambore Jadi Ajang Konsolidasi Relawan
Hendri menambahkan, keberadaan KSB di tingkat kelurahan menjadi salah satu elemen penting dalam upaya membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Untuk mendukung hal tersebut, BPBD Kota Padang secara rutin menyelenggarakan pelatihan, simulasi, dan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas bagi para relawan.
Jambore KSB Kota Padang 2026 berlangsung selama tiga hari dan menjadi ajang konsolidasi relawan kebencanaan dari seluruh kecamatan.
Selain memperkuat jejaring dan koordinasi, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia kebencanaan. Sehingga masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana pada masa mendatang. (*/red)






