Jakarta, Javanusa—Pelaksanaan kurban Iduladha 1447 H di masjid-masjid seluruh Indonesia mencatat angka yang signifikan.
Data Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama menunjukkan jumlah hewan kurban mencapai 2.032.753 ekor.
Jumlah tersebut terdiri atas 676.866 ekor sapi dan 1.355.887 ekor kambing yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan tingginya angka kurban menunjukkan partisipasi masyarakat yang kuat dalam menjalankan ibadah sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial yang menjadi ruh Iduladha.
“Pelaksanaan kurban tahun ini menunjukkan partisipasi umat Islam yang sangat baik. Lebih dari dua juta hewan kurban tersebar di berbagai masjid di Indonesia. Ini bukan hanya bentuk ketaatan dalam beribadah, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Arsad saat ditemui di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Kurban Perkuat Solidaritas Sosial
Arsad menjelaskan, kurban memiliki dampak sosial yang besar karena mampu menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap konsumsi protein hewani.
Karena itu, masyarakat tidak hanya memaknai Iduladha sebagai ibadah ritual. Momentum tersebut juga memperkuat solidaritas sosial dan memperluas pemerataan manfaat bagi masyarakat.
Nilai Ekonomi Kurban Capai Rp18,28 Triliun
Selain memberikan dampak sosial, pelaksanaan kurban tahun ini juga menghasilkan nilai ekonomi yang sangat besar.
Berdasarkan estimasi harga kurban yang digunakan Baznas, satu ekor sapi bernilai sekitar Rp21 juta dan satu ekor kambing sekitar Rp3 juta. Dengan perhitungan tersebut, nilai ekonomi dari 2.032.753 hewan kurban diperkirakan mencapai Rp18,28 triliun.
Dari total tersebut, nilai ekonomi sapi kurban mencapai sekitar Rp14,21 triliun. Sementara itu, nilai ekonomi kambing kurban mencapai sekitar Rp4,07 triliun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa ibadah kurban turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Aktivitas ekonomi itu mencakup peternak, pedagang hewan, hingga distribusi daging kepada penerima manfaat.
Produksi Daging Diperkirakan Capai 96,27 Ribu Ton
Berdasarkan estimasi Baznas, sapi kurban memiliki bobot rata-rata 220 hingga 250 kilogram. Adapun kambing kurban berbobot sekitar 27 hingga 29 kilogram.
Dengan asumsi hasil karkas sekitar 50 persen untuk sapi dan 45 persen untuk kambing, lebih dari dua juta hewan kurban tahun ini diperkirakan menghasilkan sekitar 96,27 ribu ton daging dan karkas.
Selanjutnya, panitia kurban mendistribusikan hasil tersebut kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan dan Jaminan Sosial
Pelaksanaan kurban juga memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan jaminan sosial umat.
Melalui distribusi daging kurban yang menjangkau masyarakat luas, masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah. Masjid juga berfungsi sebagai pusat pelayanan dan kepedulian sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Arsad turut menyampaikan pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menegaskan bahwa Iduladha merupakan bulan berbagi.
“Iduladha ini sebetulnya identik dengan bulan berbagi. Kita berharap melalui momentum ini, semua orang bisa mencicipi gizi hewani, baik melalui jalur ibadah kurban maupun skema bantuan sosial seperti yang kita lakukan,” ujar Menag.
Jawa Timur Catat Hewan Kurban Terbanyak
Data Kementerian Agama menunjukkan Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah hewan kurban terbanyak, yakni 455.007 ekor.
Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan 405.065 ekor dan Jawa Barat sebanyak 374.482 ekor.
Sementara itu, Sumatera Barat mencatat 106.276 ekor hewan kurban. Lampung mencatat 105.913 ekor dan Jambi sebanyak 87.319 ekor.
Berikut data sebaran hewan kurban Iduladha 1447 H di masjid Indonesia:
-
- Aceh – Sapi 29.932 – Kambing 38.705 = Total 68.637
- Bali – Sapi 1.123 – Kambing 2.198 = Total 3.321
- Banten – Sapi 4.833 – Kambing 12.500 = Total 17.333
- Bengkulu – Sapi 8.027 – Kambing 4.172 = Total 12.199
- I. Yogyakarta – Sapi 16.948 – Kambing 47.844 = Total 64.792
- DKI Jakarta – Sapi 9.379 – Kambing 22.342 = Total 31.721
- Gorontalo – Sapi 8.184 – Kambing 112 = Total 8.296
- Jambi – Sapi 15.858 – Kambing 71.461 = Total 87.319
- Jawa Barat – Sapi 99.137 – Kambing 275.345 = Total 374.482
- Jawa Tengah – Sapi 99.471 – Kambing 305.594 = Total 405.065
- Jawa Timur – Sapi 61.656 – Kambing 393.351 = Total 455.007
- Kalimantan Barat – Sapi 9.217 – Kambing 5.999 = Total 15.216
- Kalimantan Selatan – Sapi 6.970 – Kambing 1.149 = Total 8.119
- Kalimantan Tengah – Sapi 4.623 – Kambing 1.467 = Total 6.090
- Kalimantan Timur – Sapi 11.141 – Kambing 3.881 = Total 15.022
- Kalimantan Utara – Sapi 1.906 – Kambing 376 = Total 2.282
- Kepulauan Bangka Belitung – Sapi 3.027 – Kambing 4.192 = Total 7.219
- Kepulauan Riau – Sapi 5.455 – Kambing 6.108 = Total 11.563
- Lampung – Sapi 24.089 – Kambing 81.824 = Total 105.913
- Maluku – Sapi 762 – Kambing 548 = Total 1.310
- Maluku Utara – Sapi 3.041 – Kambing 902 = Total 3.943
- Nusa Tenggara Barat – Sapi 514 – Kambing 553 = Total 1.067
- Nusa Tenggara Timur – Sapi 4.440 – Kambing 4.050 = Total 8.490
- Papua – Sapi 1.987 – Kambing 386 = Total 2.373
- Papua Barat – Sapi 1.675 – Kambing 106 = Total 1.781
- Riau – Sapi 46.023 – Kambing 5.628 = Total 51.651
- Sulawesi Barat – Sapi 4.217 – Kambing 338 = Total 4.555
- Sulawesi Selatan – Sapi 52.325 – Kambing 5.103 = Total 57.428
- Sulawesi Tengah – Sapi 6.242 – Kambing 1.194 = Total 7.436
- Sulawesi Tenggara – Sapi 5.897 – Kambing 1.135 = Total 7.032
- Sulawesi Utara – Sapi 3.355 – Kambing 433 = Total 3.788
- Sumatera Barat – Sapi 94.204 – Kambing 12.072 = Total 106.276
- Sumatera Selatan – Sapi 20.726 – Kambing 38.946 = Total 59.672
- Sumatera Utara – Sapi 10.482 – Kambing 5.873 = Total 16.355
Total: Sapi 676.866 – Kambing 1.355.887 = Total 2.032.753 ekor hewan kurban.
Semangat Berkurban Tetap Terjaga
Arsad berharap semangat berkurban yang terus tumbuh di tengah masyarakat dapat memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial.
“Data ini menunjukkan bahwa semangat berkurban masyarakat Indonesia tetap terjaga. Kami berharap manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas dan semakin memperkuat nilai persaudaraan, kepedulian sosial, serta pemerataan akses gizi bagi masyarakat,” pungkas Arsad. (*/red)






