Hilirisasi Perkebunan Dorong Kemandirian Energi Nasional, Ini Strategi Pemerintah

Penulis -

Sabtu, 25 April 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: Kementan)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah mempercepat hilirisasi sektor perkebunan sebagai strategi utama untuk memperkuat kemandirian energi.

Langkah ini juga bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas domestik di tengah tekanan global.

Pemerintah kini tidak lagi memposisikan subsektor perkebunan sebagai penghasil bahan mentah. Sebaliknya, sektor ini diarahkan menjadi fondasi penting dalam rantai pasok energi baru berbasis sumber daya lokal.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan industri hilir sekaligus mengurangi ketergantungan impor energi.

Transformasi Perkebunan ke Produk Bernilai Tinggi

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya perubahan paradigma pembangunan perkebunan.

“Hasil perkebunan harus naik kelas. Tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk turunan bernilai tinggi, termasuk bioenergi,” ujar Amran, Jumat (24/4/2026).

Ia menambahkan, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan kedaulatan energi nasional.

Komoditas Strategis Jadi Andalan Bioenergi

Pemerintah mengarahkan sejumlah komoditas strategis sebagai sumber bioenergi. Komoditas tersebut meliputi kelapa sawit, tebu, jagung, dan singkong.

Komoditas itu akan menjadi tulang punggung pengembangan biofuel, seperti biodiesel dan bioetanol. Pemanfaatan bahan baku dalam negeri dinilai krusial untuk memperkuat bauran energi nasional.

Selain itu, langkah ini juga menekan ketergantungan terhadap energi fosil yang selama ini masih dominan.

Penguatan Hulu dan Program Strategis

Di sektor hulu, pemerintah terus meningkatkan produksi dan produktivitas. Upaya ini dilakukan melalui percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Pemerintah juga menyediakan sarana dan prasarana pendukung. Pengawasan perizinan serta sertifikasi keberlanjutan seperti ISPO turut diperkuat.

Untuk komoditas tebu, pemerintah mendorong percepatan swasembada gula. Program ini berjalan bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan bioetanol nasional.

Langkah konkret dilakukan melalui program bongkar ratoon dan perluasan areal tanam hingga 200.000 hektare.

Baca Juga :  Stok Beras Diproyeksi Tembus 5 Juta Ton, Mentan Dorong Kampus Perkuat Inovasi dan Hilirisasi
Perbaikan Data dan Dampak Ekonomi

Pemerintah menjadikan pembenahan data perkebunan sebagai prioritas. Sistem informasi yang akurat dinilai penting untuk perencanaan yang presisi dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Ali Jamil, menyebut hilirisasi memberi dampak luas bagi ekonomi nasional.

“Hilirisasi perkebunan menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat industri, serta membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Ia menilai langkah ini juga mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun secara langsung.

Sinergi Hulu hingga Hilir

Ke depan, pemerintah akan memperkuat sinergi lintas sektor. Kolaborasi dilakukan dari sektor hulu, industri pengolahan, hingga kebijakan energi.

Langkah ini bertujuan menjaga kesinambungan pasokan bahan baku. Selain itu, pemerintah ingin mengoptimalkan pengembangan industri bioenergi nasional.

Pengembangan biodiesel dari kelapa sawit dan bioetanol dari tebu menjadi fokus utama.

Fondasi Ketahanan Energi dan Pangan

Integrasi dari produksi hingga pemanfaatan menjadi kunci keberhasilan hilirisasi. Pemerintah menargetkan langkah ini mampu memperkuat ketahanan energi dan pangan secara bersamaan.

Selain itu, kebijakan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB