Dharmasraya, Javanusa—Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani memaparkan capaian pembangunan daerah sekaligus tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah kabupaten dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Dharmasraya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Dharmasraya, di Ruang Sidang Utama DPRD setempat, Rabu (7/1/2026).
Sidang paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Dharmasraya Sujito didampingi Wakil Ketua II Ade Sudarman. Serta dihadiri seluruh anggota DPRD dan jajaran Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.
Hadir pula perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Asisten I Ahmad Zakri. Unsur Forkopimda provinsi dan kabupaten, Wakil Bupati Leli Arni, pimpinan BUMN dan BUMD, serta kepala daerah se-Sumatera Barat turut menghadiri acara tersebut.
Sejumlah tokoh penting tampak hadir, di antaranya Bupati definitif pertama Dharmasraya Marlon Martua, tokoh pemekaran, niniak mamak, unsur Bundo Kanduang, serta pimpinan dan anggota DPRD kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Tantangan Fiskal dan Strategi Daerah
Dalam pidatonya, Annisa menegaskan HUT ke-22 Dharmasraya menjadi momentum refleksi arah pembangunan daerah. Ia menyebut pemerintah daerah menghadapi keterbatasan fiskal sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
“Ketergantungan terhadap dana transfer pusat dan kebijakan efisiensi anggaran nasional menjadi tantangan serius,” ujar Annisa. Namun, pemerintah daerah memilih strategi aktif melalui advokasi ke kementerian dan lembaga.
Infrastruktur Jadi Prioritas Utama
Sepanjang 2025, advokasi tersebut menghasilkan percepatan pembangunan enam ruas jalan kabupaten sepanjang 24,2 kilometer. Selain itu, dua ruas jalan provinsi sepanjang 0,5 kilometer turut ditangani.
Pemerintah pusat juga melakukan penanganan long segment jalan nasional sepanjang 57,91 kilometer. Koridor ini menjadi jalur utama pergerakan ekonomi dan logistik Dharmasraya.
Penguatan Sumber Daya Air dan Permukiman
Di sektor sumber daya air, Dharmasraya memperoleh dukungan APBN lebih dari Rp111 miliar. Anggaran ini dialokasikan untuk pengendalian banjir dan peningkatan jaringan irigasi.
Program tersebut mencakup rehabilitasi irigasi, pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT), serta perbaikan jaringan tersier. Langkah ini mendukung ketahanan pangan dan mitigasi bencana daerah.
Pemerintah daerah juga mengoptimalkan lima instalasi pengolahan air bersih di Pulau Punjung, Sungai Dareh, Sungai Duo, Sitiung, dan Koto Baru.
Pendidikan dan Investasi SDM
Di bidang pendidikan, Annisa mengungkapkan Dharmasraya ditetapkan sebagai penerima Program Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial. Nilai anggaran program ini mencapai Rp200 miliar.
Program tersebut diperkuat kebijakan daerah seperti Beasiswa Dharmasraya Juara, English Bootcamp, dan bantuan mahasiswa berprestasi. Pemerintah menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang daerah.
Pertanian dan OVOP Dorong Ekonomi Lokal
Pada sektor pertanian, pemerintah daerah menyalurkan bantuan produktif lebih dari Rp7,25 miliar. Bantuan ini menggunakan pendekatan One Village One Product (OVOP).
Program tersebut mencakup pengembangan peternakan rakyat, tanaman pangan, hortikultura, mekanisasi pertanian, serta Peremajaan Sawit Rakyat seluas 444 hektare.
Asisten I Pemprov Sumbar Ahmad Zakri menegaskan pentingnya sinergi antarpemerintah daerah. Ia menyebut dukungan provinsi akan difokuskan pada infrastruktur, ketahanan pangan, dan layanan dasar.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Dharmasraya Sujito, S.M. menegaskan DPRD siap mendukung kebijakan pembangunan yang berpihak pada rakyat. Ia berharap kolaborasi lintas pemerintahan terus diperkuat.
Dalam rangkaian paripurna, tokoh pemekaran Masrigi Dt Rajo Leli, S.H. memaparkan sejarah perjuangan pemekaran Dharmasraya. Ia mengingatkan daerah ini lahir dari semangat kolektif dan perjuangan panjang masyarakat. (*/red)






