Pariaman, Javanusa—Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25, Balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menggelar kegiatan penanaman pohon secara serentak di seluruh Indonesia.
Untuk Kota Pariaman, kegiatan simbolis ini dilaksanakan di belakang GOR Rajo Bujang, Jumat (30/1/2026), dengan dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Sekretaris Daerah Afrizal Azhar, Asisten I Elvis Chandra, serta seluruh kepala OPD dan camat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program penanaman sejuta pohon yang digagas BPOM RI. Di Kota Pariaman, pelaksanaan didukung langsung oleh BPOM di Padang, dengan hadirnya Kepala BBPOM di Padang Martin Suhendri beserta jajaran.
Wakil Wali Kota Mulyadi menjelaskan, penanaman di lokasi ini bersifat simbolis karena area tersebut masih akan dibenahi.
“Bibit yang ditanam nanti adalah jenis tanaman pelindung, sesuai kesepakatan Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda,” ujarnya.
Mulyadi menambahkan dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, Kota Pariaman mendapat perhatian khusus dalam upaya pelestarian lingkungan pascabencana banjir dan longsor Desember 2025 lalu.
“Kami berterima kasih kepada BPOM di Padang yang menjadikan Kota Pariaman lokasi penanaman sejuta pohon. Semoga kegiatan ini memberi dampak positif bagi kelestarian alam dan menjadi warisan berkelanjutan bagi generasi mendatang.”
Sementara itu, Martin Suhendri menekankan penanaman pohon bukan hanya simbolis, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk mengendalikan perubahan iklim, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi risiko bencana di masa depan.
“Keseimbangan alam mengingatkan kita pentingnya tindakan nyata untuk menjaga lingkungan. Semoga pohon yang ditanam hari ini tumbuh subur dan menjadi simbol harapan serta ketangguhan masyarakat Sumbar, khususnya di Kota Pariaman,” kata Martin.
BPOM di Padang bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Agam dan Kuantan menyediakan 5.000 bibit untuk Kota Pariaman. Jenis pohon yang ditanam meliputi mahoni, bayur, matoa, durian, alpukat, jengkol, dan petai. (*/red)






