Padang, Javanusa—Wali Kota Padang Fadly Amran mendorong Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Padang mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah, termasuk mengajak masyarakat memilah sampah dari rumah.
Fadly menilai pengalaman panjang para pensiunan di bidang pemerintahan dan pelayanan publik menjadi modal penting bagi Kota Padang. Karena itu, ia berharap PWRI terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Padang.
Hal tersebut disampaikan Fadly saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-64 PWRI tingkat Kota Padang di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Rabu (26/8/2026).
PWRI Dinilai Punya Potensi Besar
Peringatan HUT PWRI berlangsung dalam suasana semarak dan penuh kekeluargaan. Sekitar 500 anggota PWRI dari 11 kecamatan di Kota Padang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua Umum PWRI Kota Padang Yusman Kasim beserta jajaran pengurus, para ketua PWRI kecamatan, serta sejumlah stakeholder terkait turut menghadiri acara.
Fadly mengatakan masa purna tugas tidak menghalangi para anggota PWRI untuk tetap berkontribusi. Menurutnya, pengalaman yang mereka miliki dapat mendukung berbagai program pemerintah dan kegiatan kemasyarakatan.
“Pemko Padang sangat mengapresiasi. Walaupun Bapak dan Ibu anggota PWRI sudah purna tugas, namun tetap ingin berkontribusi untuk pembangunan kota yang kita cintai ini,” ujar Fadly.
Ia menilai pemerintah perlu terus membuka ruang bagi para pensiunan untuk memberikan gagasan dan pengalaman. Kolaborasi tersebut dapat memperkuat pelaksanaan program pembangunan di tingkat kota maupun lingkungan masyarakat.
Dorong Pemilahan Sampah dari Rumah
Selain pembangunan, Fadly meminta PWRI ikut memperkuat gerakan kebersihan di lingkungan masing-masing. Salah satu langkah yang ia tekankan ialah membiasakan warga memilah sampah sejak dari rumah.
Menurut Fadly, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan pengangkutan. Perubahan perilaku masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Saya berharap PWRI menjadi penggerak dalam mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan membiasakan pemilahan sampah dari rumah. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah di Kota Padang yang mencapai lebih dari 600 ton per hari,” katanya.
Fadly mengaitkan gerakan tersebut dengan ambisi Kota Padang menjadi kota gastronomi dunia. Ia menegaskan, target itu membutuhkan dukungan lingkungan yang bersih dan tertata.
Pengelolaan limbah, kondisi drainase, kebersihan sungai, serta perilaku masyarakat menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian bersama.
PWRI Siap Bersinergi dengan Pemko Padang
Sementara itu, Ketua Umum PWRI Kota Padang Yusman Kasim menegaskan kesiapan organisasi untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Padang.
Ia menyebut anggota PWRI memiliki pengalaman dan kapasitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan. Kontribusi tersebut dapat disesuaikan dengan kemampuan dan latar belakang masing-masing anggota.
“Peringatan HUT ke-64 PWRI ini menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi, sekaligus menegaskan komitmen para pensiunan untuk tetap berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan Kota Padang,” kata Yusman. (*)






