Pessel, Javanusa—Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Iel Fauzi Anwar mengimbau masyarakat untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 dengan penuh kesederhanaan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Imbauan tersebut disampaikan Iel Fauzi Anwar saat dihubungi, Kamis (19/3). Ia menekankan masyarakat tidak perlu memaksakan diri dalam memenuhi kebutuhan Lebaran, terutama jika kondisi keuangan sedang terbatas.
“Kita mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Pesisir Selatan, untuk merayakan Idul Fitri dengan sederhana, tidak berlebihan, dan tetap mengedepankan nilai-nilai keikhlasan serta kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, esensi Idul Fitri bukan terletak pada kemewahan atau kemegahan, melainkan pada kemenangan spiritual setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Ia juga mengingatkan kondisi perekonomian nasional saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak dari dinamika global yang turut memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Secara global, ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi turut berdampak pada sektor perdagangan dan distribusi, yang pada akhirnya dirasakan hingga ke daerah, termasuk Kabupaten Pesisir Selatan.
Sementara itu, kondisi ekonomi masyarakat Pesisir Selatan yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian, perikanan, dan usaha kecil menengah, masih menghadapi tekanan akibat fluktuasi harga komoditas dan biaya produksi yang meningkat.
Iel Fauzi Anwar menjelaskan daya beli masyarakat di sejumlah wilayah di Pessel belum sepenuhnya pulih, sehingga diperlukan sikap bijak dalam mengelola keuangan, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Kita harus realistis melihat kondisi. Jangan sampai karena ingin mengikuti kebiasaan, justru memberatkan diri sendiri atau keluarga,” katanya.
Ia menambahkan, Islam sendiri mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana dan tidak berlebih-lebihan, sebagaimana terkandung dalam nilai-nilai Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Menurutnya, berbagi dengan sesama, terutama kepada kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan, jauh lebih utama dibandingkan menghabiskan dana untuk hal-hal yang bersifat konsumtif.
“Lebaran adalah waktu yang tepat untuk saling berbagi. Jika kita memiliki rezeki lebih, alangkah baiknya disalurkan kepada mereka yang membutuhkan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas sosial dengan tidak menciptakan kesenjangan yang mencolok di tengah masyarakat melalui gaya hidup yang berlebihan.
Selain itu, ia mengimbau para perantau yang pulang kampung agar tetap mengedepankan kesederhanaan dan tidak memaksakan diri untuk tampil berlebihan di kampung halaman.
Menurutnya, kebahagiaan sejati dalam Idul Fitri terletak pada kebersamaan dengan keluarga, bukan pada penampilan atau kemewahan materi.
Ia berharap masyarakat Pesisir Selatan dapat menjalani Idul Fitri dengan penuh rasa syukur, ketenangan, dan kebahagiaan yang hakiki.
“Semoga Idul Fitri tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tutupnya. (niks)






