Berlin, Javanusa—Partisipasi Indonesia dalam pameran pariwisata internasional ITB Berlin 2026 menghasilkan potensi transaksi setara Rp14,91 triliun.
Angka tersebut berasal dari estimasi 479.434 wisatawan potensial yang tercatat selama kegiatan berlangsung pada 3–5 Maret 2026 di Messe Berlin, Jerman.
Data tersebut disampaikan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai hasil partisipasi Indonesia dalam pameran pariwisata terbesar di dunia tersebut.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana membuka Paviliun Indonesia yang menempati area seluas 441 meter persegi di Hall 26A No.111. Pembukaan dilakukan bersama Abdul Kadir Jailani, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman.
Paviliun Indonesia menampilkan kampanye pariwisata #GoBeyondOrdinary, yang mengusung konsep quality tourism dengan penekanan pada pengalaman wisata, keberlanjutan, dan inklusivitas.
Dekorasi paviliun mengangkat unsur budaya Indonesia, antara lain motif wastra serta Payung Geulis Tasikmalaya. Pembukaan paviliun juga diisi pertunjukan Tortor Tandok dari Sumatera Utara.
Sebanyak 93 pelaku industri pariwisata dari 11 provinsi berpartisipasi di paviliun Indonesia. Peserta terdiri dari penyedia akomodasi, Destination Management Company (DMC), operator tur, desa wisata, restoran, dan penyedia jasa pariwisata lainnya.
Pertemuan bisnis di paviliun tersebut didominasi pembeli dari Eropa sebesar 88,38 persen. Sisanya berasal dari Asia 10,29 persen, Amerika 2,73 persen, Australia 1,17 persen, Afrika 0,78 persen, dan Timur Tengah 0,65 persen.
Total Potensi Devisa Rp16,89 Triliun
Selain pameran utama, Kementerian Pariwisata juga menggelar kegiatan misi penjualan (sales mission) sebagai rangkaian pra-acara ITB Berlin 2026.
Kegiatan pra-acara berlangsung pada 23–26 Februari 2026 di Amsterdam, Düsseldorf, dan Stuttgart. Dari kegiatan tersebut tercatat 63.519 wisatawan potensial dengan potensi devisa Rp1,98 triliun.
Secara keseluruhan, potensi transaksi dari pameran dan kegiatan pra-acara mencapai 542.953 wisatawan potensial dengan nilai devisa Rp16,89 triliun. Angka ini meningkat 24,2 persen dibanding capaian tahun 2025 sebesar Rp13,6 triliun.
Sementara itu, kegiatan sales mission lanjutan masih berlangsung pada 9–16 Maret 2026 di beberapa kota Eropa, yaitu Warsawa, Budapest, Zagreb, dan Milan. Program tersebut dilaksanakan oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di masing-masing negara.
Selama kunjungan kerja di Jerman, Menteri Pariwisata juga melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal UN Tourism, Shaikha Al Nowais, serta Menteri Pariwisata dan Kebudayaan India, Gajendra Singh Shekhawat.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga menerima penghargaan Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destination dari platform perjalanan TripAdvisor.
Promosi pariwisata Indonesia juga dilakukan melalui kunjungan ke Haus der Indonesischen Kulturen di Berlin serta wawancara dengan sejumlah media internasional seperti Deutsche Welle. (*/red)






