Indonesia Dorong ASEAN Solid dan Terbuka Hadapi Ketidakpastian Global di Forum AMM-AEM

Penulis -

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Foto: Kemendag)

Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Foto: Kemendag)

Cebu, Javanusa—Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) menegaskan ASEAN perlu tetap terbuka dan tangguh. Ia menyoroti meningkatnya ketidakpastian global akibat geopolitik dan gangguan rantai pasok.

Ia menilai koordinasi antara pilar ekonomi dan politik ASEAN menjadi kunci utama. Langkah ini penting agar kawasan mampu merespons guncangan global secara cepat, terukur, dan kolektif.

Pernyataan tersebut disampaikan Mendag Busan dalam Pertemuan Gabungan Menteri Luar Negeri dan Menteri Ekonomi ASEAN (Joint AMM-AEM) di Cebu, Filipina, Rabu (7/5).

Forum ini membahas kondisi ekonomi global dan regional. Para menteri juga mengkaji dampak krisis Timur Tengah terhadap stabilitas kawasan ASEAN.

Pertemuan ini berlangsung dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN. Mendag Busan hadir bersama Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Johni Martha.

ASEAN Harus Tetap Terbuka dan Tangguh

Mendag Busan menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan dunia internasional. Ia meminta ASEAN menunjukkan kawasan yang tetap terbuka dan stabil.

“ASEAN perlu menunjukkan kepada komunitas bisnis dan internasional bahwa kawasan ini tetap terbuka, tangguh, dan mampu menjaga stabilitas perdagangan serta rantai pasok di tengah ketidakpastian geopolitik global,” ujar Busan.

Penguatan Ketahanan Energi dan Pangan Jadi Prioritas

Indonesia mendorong penguatan kerja sama ketahanan energi dan pangan ASEAN. Langkah ini menjadi prioritas strategis untuk menjaga stabilitas kawasan.

Upaya tersebut membantu menjaga produksi, keamanan pasokan, dan kelancaran distribusi barang esensial.

Selain itu, Indonesia menekankan diversifikasi sumber energi. ASEAN juga perlu memperkuat sistem peringatan dini dan pertukaran informasi antarnegara.

Langkah ini membantu kawasan mengantisipasi krisis pangan dan energi di masa depan secara lebih cepat.

Dorong Integrasi Perdagangan Intra-ASEAN

Indonesia juga mendorong penguatan perdagangan intra-ASEAN. Salah satu langkahnya melalui percepatan ratifikasi Second Protocol ATIGA.

Baca Juga :  Genjot Daya Saing Ekspor, Kemendag dan Bapanas Perkuat Keamanan Pangan Nasional

Upaya ini memperkuat rantai pasok di tengah fragmentasi ekonomi global yang semakin meningkat.

“Penguatan perdagangan intra-ASEAN dan fasilitasi perdagangan menjadi instrumen penting untuk menjaga kelancaran arus pangan, energi, dan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat kawasan,” kata Busan.

Perluas Kerja Sama dengan Mitra Strategis

Indonesia menekankan pentingnya perluasan kerja sama perdagangan ASEAN dengan mitra global. Fokusnya mencakup percepatan ASEAN–Canada Free Trade Agreement (ACaFTA).

Selain itu, Indonesia juga mendorong optimalisasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Langkah ini memperkuat posisi ASEAN dalam perdagangan global yang semakin kompetitif.

Perlindungan Masyarakat Jadi Fokus Utama

Indonesia menegaskan kebijakan ASEAN harus berpihak pada masyarakat. Perlindungan kelompok rentan menjadi perhatian utama.

Petani dan pelaku UMKM perlu mendapat dukungan agar tidak terdampak krisis global secara berlebihan.

“ASEAN harus mampu membangun solusi jangka panjang yang tidak hanya memperkuat ketahanan kawasan, tetapi juga melindungi masyarakat, khususnya petani dan UMKM,” ujar Busan.

ASEAN CORE Perkuat Respons Krisis

Indonesia mendukung pengembangan ASEAN Coordinated Response for Enduring Resilience (ASEAN CORE). Mekanisme ini mempercepat respons krisis lintas sektor.

Sistem ini diharapkan membuat ASEAN lebih siap menghadapi krisis multidimensi di masa depan.

Rekomendasi Kebijakan dari ERIA dan ASEAN-BAC

Dalam forum tersebut, para menteri juga menerima masukan kebijakan. Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan ASEAN-BAC memberikan rekomendasi strategis.

Masukan tersebut memperkuat upaya ASEAN dalam menjaga ketahanan kawasan di tengah dinamika global yang terus berubah. (*/red)

Berita Terkait

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB