Indonesia Naik ke Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia Versi GMTI 2026

Penulis -

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Kemenpar, Bayu Aji saat menerima penghargaan di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Kamis (18/6/2026). (Foto: Kemenpar)

Sekretaris Kemenpar, Bayu Aji saat menerima penghargaan di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Kamis (18/6/2026). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Javanusa—Indonesia kembali memperkuat posisinya di peta pariwisata global. Dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026, Indonesia berhasil menempati peringkat kedua dunia sebagai destinasi wisata ramah Muslim terbaik, naik tiga tingkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian penting sektor pariwisata nasional pada 2026. Indonesia kini berada di posisi kedua kategori Muslim-Friendly Destination of The Year setelah sebelumnya menempati peringkat kelima pada pemeringkatan 2025.

Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, yang mewakili Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat menerima penghargaan di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Kamis (18/6/2026), menyebut capaian itu menunjukkan meningkatnya daya saing Indonesia di pasar wisata Muslim dunia.

“Pada pemeringkatan tahun ini, Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi kelima pada 2025,” ujar Bayu Aji.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada CrescentRating dan Mastercard sebagai penyelenggara GMTI 2026. Menurutnya, peningkatan peringkat tersebut menjadi bukti nyata kemajuan ekosistem wisata ramah Muslim di Indonesia.

“Atas nama Kementerian Pariwisata RI, saya menyampaikan apresiasi kepada CrescentRating dan Mastercard atas penyelenggaraan GMTI 2026. Indonesia berhasil meraih peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year, meningkat dari posisi kelima pada tahun lalu,” katanya.

Skor Indonesia Tertinggi Sepanjang Keikutsertaan

Dalam pemeringkatan tahun ini, Indonesia memperoleh skor 79. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi yang pernah diraih Indonesia sejak mengikuti GMTI.

Penilaian GMTI menggunakan kerangka ACES (Access, Communication, Environment, and Services) yang mencakup 17 indikator utama. Aspek akses menilai konektivitas, kemudahan visa, dan infrastruktur transportasi yang mendukung perjalanan wisatawan.

Sementara itu, aspek komunikasi mencakup kemampuan bahasa, promosi destinasi, serta tingkat pemahaman para pemangku kepentingan terhadap kebutuhan wisatawan Muslim.

Baca Juga :  Revitalisasi Goa Kelelawar Padayo Dimulai November Ini

Pada aspek lingkungan, penilaian meliputi keamanan, keberlanjutan, utilitas dasar, dan berbagai faktor pendukung lainnya. Adapun aspek layanan menyoroti ketersediaan masjid dan tempat ibadah, pilihan makanan halal, fasilitas ramah Muslim di bandara, akomodasi, hingga atraksi wisata berbasis budaya Islam.

Pencapaian skor tersebut menunjukkan konsistensi Indonesia dalam membangun destinasi yang nyaman, inklusif, dan sesuai kebutuhan wisatawan Muslim dari berbagai negara.

Program Penguatan Pariwisata Ramah Muslim

Kementerian Pariwisata menilai peningkatan peringkat ini tidak terlepas dari berbagai program yang telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain memperluas sertifikasi halal bagi produk usaha mikro dan kecil di desa wisata, mengembangkan 15 destinasi wisata ramah Muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 bersama Bank Indonesia, serta memperkuat promosi destinasi melalui platform Indonesia.travel.

Selain itu, pemerintah juga menyusun pedoman layanan dasar pariwisata ramah Muslim dan petunjuk teknis pengembangan destinasi guna meningkatkan standar pelayanan di berbagai daerah.

Target Kembali ke Posisi Teratas

Meski berhasil menembus peringkat kedua dunia, pemerintah menargetkan pencapaian yang lebih tinggi pada tahun mendatang.

Bayu Aji optimistis kualitas layanan dan daya saing destinasi wisata Indonesia akan terus meningkat sehingga mampu merebut kembali posisi puncak dalam pemeringkatan GMTI berikutnya.

“Kami optimistis dapat kembali meraih posisi sebagai ‘Muslim-Friendly Destination of The Year’ pada tahun depan,” ujar Bayu Aji.

Capaian ini sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan pariwisata ramah Muslim yang berkelas dunia serta memperluas daya tarik Indonesia di pasar wisata global. (*/red)

Berita Terkait

WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan
WITF 2026 Kembali Digelar, Perluas Akses Pariwisata Indonesia ke Pasar Global
Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako
Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026
47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Kemenpar Sebut Rekor Baru
Percepat Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Minta Pendataan Bangunan Segera Dituntaskan
PKL Batang Arau Akan Ditata, Pemko Padang Siapkan Sentra Kuliner

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB