Industri Manufaktur Indonesia Tumbuh Pesat, Ekspor dan Investasi Dorong Perekonomian

Penulis -

Kamis, 6 November 2025 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja yang kuat meski menghadapi berbagai tekanan global.

Kinerja ini didorong oleh kebijakan pemerintah yang fokus pada efisiensi produksi, penguatan pasar, serta peningkatan daya saing industri dalam negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Perindustrian, industri pengolahan nonmigas (IPNM) tumbuh 5,58 persen pada triwulan III 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,04 persen.

“Dengan capaian tersebut, sektor industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi bagi ekonomi nasional, yakni sebesar 1,04 persen. Hal ini menegaskan peran strategis sektor manufaktur sebagai motor penggerak ekonomi,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (6/11).

Tingginya pertumbuhan manufaktur ditopang oleh ekspor dan investasi. Pada triwulan III 2025, ekspor nonmigas tumbuh 12,56 persen secara tahunan (y on y) dan menyumbang 85,21 persen terhadap total ekspor nasional. Lima produk manufaktur utama yang mendorong pertumbuhan ekspor adalah:

    • Lemak dan minyak hewan/nabati: 50,34 persen
    • Besi dan baja: 15,88 persen
    • Mesin dan peralatan listrik: 17,55 persen
    • Perhiasan dan permata: 82,43 persen
    • Kendaraan dan bagiannya: 8,12 persen

“Produk manufaktur telah menjadi andalan ekspor Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan daya saing perusahaan dalam negeri yang mampu bersaing di pasar global sekaligus mendorong surplus neraca dagang,” ujar Menperin.

Di sisi investasi, realisasi sektor manufaktur sepanjang Januari–September 2025 mencapai Rp562,7 triliun, terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp178,9 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp383,8 triliun.

Kontribusi sektor ini mencapai 37,73 persen dari total investasi nasional, sementara kontribusi ekspornya mencapai 81 persen.

“Data ini menunjukkan iklim investasi di sektor manufaktur masih menarik bagi investor asing maupun domestik,” kata Agus.

Baca Juga :  Suku Bunga Kredit Turun Jadi 8,76 Persen, OJK Prediksi Tren Penurunan Berlanjut
Industri Manufaktur Penyerap Tenaga Kerja

Industri pengolahan menyerap 20,31 juta tenaga kerja, atau sekitar 13,86 persen dari total tenaga kerja nasional. Pada periode Februari–Agustus 2025, sektor ini menyerap sekitar 210 ribu tenaga kerja, menjadikannya sektor penyerap tenaga kerja kedua terbesar setelah konstruksi.

“Industri pengolahan menciptakan lapangan kerja formal bagi masyarakat yang telah memasuki usia kerja. Penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur juga mendukung ekonomi keluarga pekerja dan perekonomian nasional. Bahkan beberapa industri menyerap pekerja yang sebelumnya terdampak PHK di sektor lain,” jelas Agus.

Ruang untuk Peningkatan Kapasitas

Meski tumbuh signifikan, tingkat utilisasi kapasitas produksi manufaktur baru mencapai 59,28 persen. Hal ini menunjukkan masih terbuka ruang untuk meningkatkan produksi melalui peningkatan permintaan domestik dan ekspor, serta efisiensi produksi.

“Tingkat utilisasi industri pengolahan nonmigas yang saat ini berada di 59,28 persen menunjukkan peluang besar untuk ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi. Optimalisasi ini berpotensi mendorong pertumbuhan PDB lebih tinggi lagi,” tutup Menperin. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru