Industri TPT Tumbuh 3,55 Persen, Menperin Optimistis Jadi Sektor Sunrise

Penulis -

Kamis, 16 April 2026 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menghadiri pameran Indo Intertex – Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4). (Foto: Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menghadiri pameran Indo Intertex – Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4). (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Salah satu upaya strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pameran Indo Intertex – Inatex 2026 yang menjadi ajang penting bagi pelaku industri untuk memperluas jejaring bisnis, investasi, dan adopsi teknologi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan pertumbuhan mencapai 5,11% pada tahun 2025.

“Sektor industri pengolahan bahkan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,30%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir,” ungkapnya pada pembukaan pameran Indo Intertex – Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4).

Kontribusi Besar Industri Pengolahan

Menperin juga menegaskan, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 19,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, serta mendominasi ekspor hingga 84,89% dari total nilai ekspor nasional.

Selain itu, sektor ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 20,31 juta orang, yang menunjukkan peran strategisnya dalam perekonomian nasional.

Di tengah tantangan global, kinerja industri manufaktur tetap menunjukkan ketahanan. Hal ini tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Maret 2026 yang berada di level 51,86 atau masih berada pada fase ekspansi.

Kinerja Industri TPT Tetap Positif

Khusus untuk industri TPT, sepanjang tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,55% (year-on-year), dengan nilai ekspor mencapai USD12,08 miliar serta surplus sebesar USD3,45 miliar, yang terutama disumbang oleh ekspor pakaian jadi.

Sementara itu, dari sisi investasi, sektor industri TPT mampu menarik investasi sebesar Rp20,23 triliun, serta menyerap tenaga kerja sebanyak 3,96 juta orang atau sekitar 19,48% dari total tenaga kerja di sektor industri pengolahan.

Baca Juga :  Usaha Bikin Kaya Rp25 Juta per Bulan! Pembibitan Ikan Mas Cocok untuk Pemula!

“Dari kinerja tersebut, industri TPT juga mencerminkan masih terjaganya kepercayaan dari pihak investor untuk membawa investasinya ke Indonesia di tengah ketidakpastian geoekonomi dan geopolitik global saat ini,” ungkapnya.

Tantangan Global dan Perlunya Sinergi

Namun demikian, Menperin mengakui bahwa industri TPT masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kenaikan harga bahan baku global, disrupsi rantai pasok, serta dinamika permintaan pasar internasional.

Oleh karena itu, perlu sinergi yang kuat antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha untuk merumuskan langkah antisipatif yang tepat dan terukur.

“Pemerintah terus mencermati perkembangan situasi global, termasuk dinamika perdagangan internasional, perubahan struktur rantai pasok, serta kebijakan negara-negara mitra dagang,” ujar Menperin.

Indo Intertex Jadi Ajang Strategis

Menurutnya, penyelenggaraan Indo Intertex – Inatex 2026 menjadi sangat strategis karena juga sebagai platform business matching yang mempertemukan pelaku industri nasional dan internasional, sekaligus membuka peluang kemitraan dan investasi.

“Pameran ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan inovasi, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi yang dalam pandangan pemerintah merupakan hal positif. Lebih dari itu, pameran ini dapat menunjukkan kepada masyarakat, baik di dalam negeri maupun global, sebagai platform yang menumbuhkan optimisme bahwa industri TPT masih menjadi sektor sunrise,” imbuhnya.

Strategi Pemerintah Perkuat Industri

Lebih lanjut, pemerintah melalui Kemenperin berkomitmen menjaga dan memperkuat pertumbuhan industri TPT melalui kebijakan strategis, antara lain menjaga dan memperluas akses pasar domestik maupun ekspor, serta mengawal pemberian fasilitas fiskal dan nonfiskal guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan transformasi industri dari hulu hingga hilir.

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, langkah ke depan fokus pada penguatan fundamental industri melalui akselerasi adopsi teknologi industri 4.0, penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability), serta pengembangan produk bernilai tambah tinggi yang mampu memenuhi standar global dan memperluas pasar ekspor.

Baca Juga :  Dorong Ekspor, Kemenperin Percepat Sertifikasi Halal Alat Makan Keramik IKM
Peluang Global dan Optimisme Industri

Dalam konteks global, pergeseran rantai pasok akibat dinamika geopolitik dan diversifikasi basis produksi membuka peluang relokasi investasi dan kemitraan strategis. Tren ini juga diperkuat oleh meningkatnya permintaan terhadap produk tekstil berkelanjutan.

Menperin pun menekankan pentingnya menjaga optimisme di tengah ketidakpastian global.

“Kami meyakini bahwa kondisi geopolitik dan ketidakpastian pasar ini tidak akan berlangsung lama. Oleh karena itu, optimisme menjadi penting. Pelaku industri yang mampu bertahan dan resilien akan lebih cepat bangkit dan melesat ketika situasi kembali normal,” tegasnya.

Momentum ini dinilai perlu dimanfaatkan secara optimal melalui penguatan kerja sama perdagangan internasional guna memperkuat posisi industri nasional dalam rantai pasok global.

“Pemerintah akan terus hadir sebagai mitra strategis bagi pelaku industri TPT nasional dalam menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang ada,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru