Padang, Javanusa—Bantuan Kemensos untuk korban banjir dan longsor di Kota Padang mulai diproses.
Pemerintah Kota Padang memastikan penyaluran santunan kematian, jaminan hidup, dan bantuan penguatan ekonomi bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi.
Pemerintah menargetkan bantuan cair bertahap mulai Januari 2026, seiring rampungnya verifikasi data korban. Proses ini melibatkan Dinas Sosial Kota Padang dan Kementerian Sosial RI.
Tiga Jenis Bantuan Kemensos
Dinas Sosial Kota Padang mencatat tiga skema bantuan utama dari Kemensos RI. Bantuan ini menyasar korban jiwa, keluarga terdampak, serta warga yang kehilangan mata pencaharian.
1. Santunan Kematian Rp15 Juta per Jiwa
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Padang, Ricky Januardi Alexander, menyebutkan asesmen korban jiwa telah selesai dilakukan.
Sebanyak 11 warga Kota Padang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor. Data tersebut telah diverifikasi dan siap diusulkan ke Kemensos RI.
“Saat ini kami sedang menyiapkan SK pengusulan ke Kemensos agar ahli waris menerima santunan Rp15 juta per jiwa,” kata Ricky.
Ia menambahkan, bantuan santunan kematian tersebut ditargetkan cair pada Januari 2026, setelah proses administrasi di tingkat pusat rampung.
2. Jaminan Hidup untuk 374 KK Terdampak Berat
Selain santunan kematian, Pemko Padang memprioritaskan Jaminan Hidup (Jadup) bagi keluarga yang rumahnya hanyut atau rusak berat.
Berdasarkan pendataan terbaru, terdapat 374 kepala keluarga (KK) dengan total 1.416 jiwa yang berhak menerima bantuan jadup.
Ricky menjelaskan, data penerima masih dapat berubah. Hal ini menyusul banjir susulan pada 2 Januari 2026 yang memperluas wilayah terdampak di sejumlah kecamatan.
3. Bantuan Penguatan Ekonomi Pascabencana
Kemensos juga menyiapkan bantuan penguatan ekonomi bagi warga yang kehilangan sumber penghasilan akibat banjir.
Pendataan melalui kecamatan, dengan sasaran pelaku usaha mikro, pedagang kecil, dan peternak yang sarana usahanya rusak atau terendam.
“Penguatan ekonomi ini bertujuan membantu keluarga bangkit dan kembali mandiri setelah bencana,” ujar Ricky.
Nilai Jadup Berpotensi Naik
Mengacu pada Permensos Nomor 4, indeks bantuan jadup saat ini sebesar Rp10.000 per jiwa per hari selama 90 hari atau tiga bulan.
Namun, Ricky menyebutkan terdapat sinyal kenaikan nilai bantuan dari pemerintah pusat. Informasi resmi terkait penyesuaian tersebut masih menunggu keputusan Kemensos RI.
Banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Padang terjadi akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai. Sejumlah kawasan permukiman di dataran rendah dan lereng perbukitan terdampak paling parah.
Pemko Padang memastikan koordinasi lintas OPD terus diperkuat agar bantuan tepat sasaran dan pemulihan sosial-ekonomi berjalan optimal. (*/red)






