Inovatif Kelola Sampah, Padang Masuk Nominasi ASEAN ESC Award 2025

Penulis -

Selasa, 1 Juli 2025 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang masuk nominasi ASEAN ESC Award 2025 berkat program inovatif daur ulang dan ekonomi sirkular. (Foto: FB Diskominfo Padang)

Padang masuk nominasi ASEAN ESC Award 2025 berkat program inovatif daur ulang dan ekonomi sirkular. (Foto: FB Diskominfo Padang)

Padang, Javanusa—Kota Padang mewakili Indonesia dalam nominasi ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award dan Certificate of Recognition (CoR) 2025 untuk kategori Circular Economy atau ekonomi sirkular.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, pencapaian ini tidak lepas dari berbagai inovasi pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Salah satu program andalan adalah bank sampah berbasis masyarakat yang bekerja sama dengan PT Pegadaian, seperti “Meng-Emaskan Sampah” dan “Sampah Jadi Uang”.

“Lewat program ini, warga dapat menukar sampah daur ulang menjadi emas, uang tunai, atau tabungan. Ini berhasil mengalihkan sekitar 15 persen sampah harian dari TPA dan menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp3,66 miliar,” jelas Fadelan, Selasa (1/7/2025).

Maggot Jadi Solusi Sampah Organik

Untuk sampah organik, Kota Padang mengembangkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi berkelanjutan. Pada tahun 2024, pusat dekomposisi maggot pertama mulai beroperasi dan mengubah lebih dari 22 ton sisa makanan per hari menjadi pakan ternak.

Selain memberi solusi terhadap sisa makanan, pendekatan ini juga memperkaya ekosistem ekonomi lokal. Pemerintah membentuk asosiasi penggiat maggot guna memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah organik.

Nabuang Sarok dan RDF Dorong Energi Terbarukan

Program “Nabuang Sarok” menjadi contoh lain kolaborasi inovatif. Bekerja sama dengan PT Semen Padang, program ini mengajak warga menyetorkan sampah bernilai rendah seperti plastik, sachet, dan kain bekas. Sampah tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif (co-firing) pengganti batu bara.

Untuk memperluas dampak, Pemko Padang kini membangun fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) di TPA Aie Dingin. Fasilitas ini dirancang mengolah hingga 200 ton sampah per hari guna memenuhi kebutuhan energi industri.

Baca Juga :  Bank Sampah Pasie Nan Tigo Raih Terbaik Padang Rancak Award 2026, Terima Rp10 Juta
Penguatan Kelembagaan Sampah

Tidak hanya fokus pada teknologi, Padang juga memperkuat kelembagaan. Pemerintah membentuk Lembaga Pengelola Sampah (LPS) hingga tingkat kelurahan, serta mendirikan asosiasi bank sampah untuk memastikan koordinasi pengelolaan yang berkelanjutan.

Fadelan mengungkapkan Padang menghasilkan sekitar 750 ton sampah setiap hari. Sebanyak 75 persen di antaranya dibuang ke TPA Aie Dingin yang diprediksi penuh pada 2026. Untuk mengatasi hal ini, Padang mulai menerapkan pendekatan ekonomi sirkular.

Rencana Induk Pengelolaan Sampah 2024 secara resmi mengadopsi prinsip-prinsip ekonomi sirkular. Targetnya adalah mengurangi timbulan sampah sebesar 30 persen dan memastikan 70 persen sampah dikelola secara baik dan benar.

Kolaborasi Pentahelix Jadi Pilar Keberhasilan

Keberhasilan Padang tidak terlepas dari pendekatan kolaboratif yang melibatkan banyak pihak. Pemerintah menggandeng pelaku industri, asosiasi rumah sakit, pelaku usaha hotel dan restoran (PHRI), perguruan tinggi, hingga media dalam satu ekosistem pengelolaan lingkungan.

“Dengan kolaborasi pentahelix ini, Kota Padang tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan memperkuat partisipasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” pungkas Fadelan. (*/red)

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB