Jadi Magnet Wisata, Kirab Waisak 2026 dari Mendut ke Borobudur Pukau Wisman

Penulis -

Senin, 1 Juni 2026 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan Umat Buddha mengarak Ai Dharma dan Air Berkah dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur dalam Puncak Perayaan Waisak 2026, Magelang, Minggu (31/5/2026). (Foto: Ist/Kemenag)

Ribuan Umat Buddha mengarak Ai Dharma dan Air Berkah dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur dalam Puncak Perayaan Waisak 2026, Magelang, Minggu (31/5/2026). (Foto: Ist/Kemenag)

Magelang, Javanusa—Ribuan umat Buddha, masyarakat umum, dan wisatawan memadati jalur kirab Perayaan Tri Suci Waisak 2570 B.E. tahun 2026.

Prosesi yang membentang dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur itu mengarak Api Dharma dari Mrapen dan Air Berkah dari Umbul Jumprit, dua simbol penting dalam ritual Waisak.

Sebelum kirab berlangsung, umat menyemayamkan Api Dharma dari Mrapen, Grobogan, serta Air Berkah dari Umbul Jumprit, Temanggung, di Candi Mendut. Setelah itu, rombongan membawa keduanya menuju Candi Borobudur sebagai bagian dari rangkaian puncak perayaan Waisak.

Prosesi Kirab Menuju Borobudur

Prosesi kirab dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dari kompleks Candi Mendut. Barisan terdepan membawa bendera, kemudian disusul kendaraan pembawa Api Dharma dan Air Berkah, tandu Garuda Pancasila, Barisan Bhinneka Tunggal Ika, tandu Kitab Suci Tripitaka, serta rombongan pembawa hasil bumi.

Deretan payung warna-warni yang mengiringi para Bhikkhu Sangha menambah semarak perjalanan menuju Candi Borobudur. Suasana khidmat berpadu dengan kemeriahan budaya yang menjadi ciri khas perayaan Waisak di Indonesia.

Selanjutnya, para bhikkhu menempati kendaraan hias sambil melantunkan doa dan paritta. Sepanjang perjalanan, mereka juga memercikkan air berkah kepada umat yang menyambut di tepi jalan. Banyak umat tampak antusias mendekat untuk menerima percikan air berkah tersebut.

Rombongan kirab yang membentang hingga sekitar tiga kilometer itu turut melibatkan perwakilan majelis-majelis Buddha, organisasi keagamaan, serta umat dan simpatisan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kemeriahan kirab tidak hanya dirasakan umat Buddha. Ribuan warga dan wisatawan juga memadati kawasan Mendut hingga Borobudur untuk menyaksikan prosesi yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut.

Sejumlah wisatawan mancanegara bahkan tampak mengikuti perjalanan kirab hingga mencapai kawasan Candi Borobudur.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tiba di Paris, Hadiri Bastille Day sebagai Tamu Kehormatan
Harapan Umat dan Warga

Umat Buddha asal Kota Tangerang yang juga Anggota DPRD Kota Tangerang, Christian Lois, menilai kirab Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur merupakan tradisi yang perlu terus dilestarikan. Menurutnya, tradisi tersebut mencerminkan nilai spiritualitas, budaya, sekaligus toleransi yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

“Kirab Waisak ini bukan hanya tradisi keagamaan umat Buddha, tetapi juga simbol kebersamaan dan toleransi. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Christian Lois di Magelang, Minggu (31/5/2026).

Menurut Lois, perayaan Waisak di Borobudur telah berkembang menjadi pusat spiritual umat Buddha sekaligus daya tarik budaya yang dikenal dunia. Ia berharap momentum Waisak membawa berkah, kedamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu, Ulfa, warga Mungkid, Magelang, mengaku setiap tahun menyempatkan diri datang bersama keluarganya untuk menyaksikan kirab Waisak.

“Saya bersama keluarga sejak pagi menunggu di sini untuk melihat arak-arakan dari Candi Mendut ke Candi Borobudur. Setiap tahun selalu menarik untuk disaksikan dan menjadi hiburan bagi masyarakat,” kata Ulfa.

Bagi warga sekitar, kirab Waisak bukan sekadar agenda keagamaan. Tradisi ini juga menjadi peristiwa budaya yang mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus menghidupkan suasana kawasan Borobudur setiap tahunnya. (*/red)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB