Javanusa.com—Telinga kemasukan air umumnya dapat pulih dengan sendirinya. Namun, jika air terjebak terlalu lama di dalam saluran telinga, kondisi tersebut dapat memicu infeksi yang menimbulkan nyeri, gangguan pendengaran, hingga komplikasi.
Karena itu, penting mengetahui cara mengeluarkan air dari telinga sekaligus mengenali tanda-tanda yang membutuhkan penanganan dokter.
Telinga kemasukan air sering terjadi setelah berenang, mandi, atau beraktivitas di air. Meski tampak ringan, air yang tertahan di dalam saluran telinga dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko peradangan dan infeksi.
Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang yang rutin berenang karena paparan air terjadi berulang. Dalam dunia medis, infeksi pada saluran telinga bagian luar akibat kelembapan berlebih dikenal sebagai otitis eksterna.
Peradangan tersebut menyebabkan saluran telinga memerah dan membengkak. Area yang terdampak berada di antara telinga luar dan gendang telinga.
Gejala Infeksi yang Perlu Diwaspadai
Pada tahap awal, infeksi akibat telinga kemasukan air biasanya hanya menimbulkan keluhan ringan. Namun, tanpa penanganan yang tepat, gejalanya dapat berkembang menjadi lebih serius.
Beberapa tanda awal yang sering muncul meliputi:
-
- Telinga tampak kemerahan.
- Saluran telinga terasa gatal.
- Nyeri saat daun telinga ditarik atau ketika mengunyah.
- Sensasi telinga tersumbat karena cairan.
- Keluar cairan bening tanpa bau.
- Pendengaran menurun.
Jika infeksi semakin berat, penderita dapat mengalami:
-
- Nyeri hebat yang menjalar ke wajah, leher, atau sisi kepala.
- Pembengkakan dan kemerahan pada telinga bagian luar.
- Saluran telinga tersumbat sepenuhnya.
- Demam.
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
Enam Cara Mengeluarkan Air dari Telinga
Mengeluarkan air sesegera mungkin dapat membantu menurunkan risiko infeksi. Berikut beberapa cara yang dapat dicoba.
1. Keringkan bagian luar telinga
Gunakan kain atau handuk yang lembut untuk menyerap air pada bagian luar telinga. Lakukan secara perlahan sambil memiringkan kepala ke sisi telinga yang kemasukan air.
Hindari memasukkan kain ke dalam saluran telinga karena justru dapat mendorong air semakin dalam.
2. Miringkan kepala
Miringkan kepala ke arah telinga yang terkena. Setelah itu, tarik perlahan daun telinga agar saluran telinga terbuka lebih lebar sehingga air lebih mudah keluar.
3. Berbaring menyamping
Posisikan tubuh dengan telinga yang kemasukan air menghadap ke bawah selama beberapa menit. Gaya gravitasi dapat membantu mengalirkan air keluar secara alami.
4. Menguap
Gerakan menguap dapat membantu membuka saluran eustachius dan mengurangi tekanan di dalam telinga. Kondisi tersebut terkadang mempermudah keluarnya air yang terperangkap.
5. Mengunyah
Mengunyah makanan atau permen karet dapat merangsang pergerakan saluran eustachius. Cara ini bisa membantu mengeluarkan air, terutama bila dilakukan sambil memiringkan kepala.
6. Gunakan pengering rambut
Pengering rambut juga dapat dimanfaatkan untuk membantu menguapkan sisa air di dalam telinga. Gunakan suhu paling rendah dan posisikan alat sekitar satu jengkal dari telinga. Gerakkan secara perlahan, jangan diarahkan terlalu dekat atau terlalu lama.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT apabila keluhan tidak membaik setelah mencoba berbagai cara tersebut. Pemeriksaan juga diperlukan jika muncul nyeri hebat, gatal yang semakin berat, telinga memerah, keluar darah atau cairan, maupun terjadi gangguan pendengaran.
Dokter biasanya akan membersihkan saluran telinga terlebih dahulu sebelum memberikan terapi untuk mengatasi infeksi dan mengurangi pembengkakan.
Selama masa pengobatan, pasien dianjurkan menghindari aktivitas berenang serta menjaga telinga tetap kering selama sekitar 7–10 hari agar proses penyembuhan berlangsung optimal.
Infeksi yang Dibiarkan Bisa Menimbulkan Komplikasi
Infeksi akibat telinga kemasukan air yang tidak ditangani berisiko menimbulkan berbagai komplikasi. Beberapa di antaranya meliputi gangguan pendengaran sementara, infeksi yang berulang atau berlangsung kronis, osteomielitis ketika infeksi menyebar ke tulang, selulitis pada jaringan sekitar telinga, serta miringitis apabila infeksi mencapai area di sekitar gendang telinga.
Karena itu, jangan menganggap remeh telinga kemasukan air, terutama jika keluhan berlangsung lebih dari beberapa hari atau disertai gejala infeksi. (*/red)






