Jangan Sembarangan Memecahkan Gelembung Luka Bakar, Ini Risikonya

Penulis -

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi luka bakar menggelembung. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi luka bakar menggelembung. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Luka bakar yang membentuk gelembung sering membuat banyak orang tergoda untuk memecahkannya. Padahal, tindakan tersebut justru dapat meningkatkan risiko infeksi dan memperlambat proses penyembuhan.

Karena itu, lepuhan pada luka bakar sebaiknya tidak ditangani sembarangan tanpa pemeriksaan tenaga medis.

Gelembung pada luka bakar sebenarnya merupakan bagian dari mekanisme alami tubuh untuk melindungi jaringan kulit yang sedang mengalami pemulihan. Meski demikian, pada kondisi tertentu dokter dapat memilih tindakan medis khusus untuk mencegah komplikasi.

Mengapa Luka Bakar Membentuk Gelembung?

Tidak semua luka bakar menyebabkan lepuhan. Tingkat keparahan luka menentukan perubahan yang terjadi pada kulit sekaligus metode penanganannya.

Luka bakar derajat pertama, misalnya akibat menyentuh benda panas, umumnya hanya menimbulkan kemerahan dan pembengkakan ringan tanpa membentuk gelembung.

Sebaliknya, lepuhan lebih sering muncul pada luka bakar derajat dua hingga derajat empat. Cedera ini merusak lapisan epidermis hingga dermis sehingga cairan berkumpul di antara kedua lapisan kulit.

Paparan api, bahan kimia, setrika, knalpot kendaraan, maupun sengatan listrik menjadi penyebab yang paling sering memicu kondisi tersebut.

Cairan di dalam gelembung mengandung protein, sel darah, serta berbagai komponen yang berasal dari jaringan kulit yang mengalami kerusakan.

Menurut Brenda Reilly, dokter spesialis di Unit Gawat Darurat Contra Costa Regional Medical Center, gelembung berfungsi sebagai “perban alami” yang melindungi jaringan kulit di bawahnya selama proses penyembuhan berlangsung.

Lapisan pelindung tersebut membantu mengurangi risiko masuknya bakteri yang dapat memicu infeksi. Jika infeksi terjadi, proses penyembuhan dapat berlangsung lebih lama dan kerusakan jaringan berpotensi semakin luas.

Bolehkah Gelembung Luka Bakar Dipecahkan?

Hingga kini, terdapat perbedaan pendapat di kalangan tenaga medis mengenai apakah lepuhan luka bakar perlu dibiarkan atau dipecahkan.

Baca Juga :  Perut Kembung Tak Kunjung Hilang? Coba 6 Cara Alami Ini Sebelum Minum Obat

Di satu sisi, gelembung berfungsi melindungi jaringan yang rusak. Namun di sisi lain, cairan di dalamnya juga dapat menjadi media pertumbuhan bakteri apabila kondisinya tidak lagi optimal.

Karena itu, British Burns Association merekomendasikan tindakan pemecahan gelembung atau deroofing pada lepuhan yang berukuran lebih besar dari jari kelingking pasien atau sekitar 0,6 sentimeter.

Sementara itu, lepuhan yang berukuran kecil umumnya cukup dirawat secara konservatif hingga sembuh.

Meski demikian, prosedur deroofing hanya boleh dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan. Memecahkan gelembung sendiri di rumah sangat tidak dianjurkan karena berisiko menyebabkan infeksi dan memperparah luka.

Cara Merawat Luka Bakar yang Menggelembung

Apabila luka bakar tergolong ringan dan masih dapat ditangani di rumah, lakukan perawatan berikut untuk membantu proses penyembuhan.

    • Bersihkan area luka menggunakan air mengalir dan sabun lembut yang bebas alkohol serta tanpa pewangi.
    • Oleskan krim, gel, atau salep luka bakar sesuai anjuran secara tipis.
    • Gunakan salep antibiotik yang mengandung bacitracin atau silver sulfadiazine, gel lidah buaya, maupun petroleum jelly sesuai petunjuk tenaga medis.
    • Tutup luka menggunakan perban steril yang tidak mudah menempel pada kulit, lalu balut dengan longgar agar tidak menekan gelembung.
    • Hindari menggosok atau memberi tekanan pada lepuhan.
    • Lindungi area luka dari paparan sinar matahari langsung selama masa pemulihan.
Kapan Dokter Perlu Melakukan Deroofing?

Tidak semua lepuhan memerlukan tindakan medis. Namun dokter dapat mempertimbangkan prosedur deroofing apabila kondisi gelembung justru menghambat penyembuhan atau meningkatkan risiko komplikasi.

Beberapa kondisi yang umumnya menjadi pertimbangan antara lain:

1. Lepuhan tebal dan keras

Gelembung yang muncul pada telapak tangan, telapak kaki, atau jari sering kali mengganggu aktivitas karena mudah pecah akibat gesekan.

Baca Juga :  Bau Badan Tak Kunjung Hilang? Ini Cara Mengatasinya
2. Ukurannya lebih dari 0,6 sentimeter

Lepuhan yang besar memiliki kemungkinan lebih tinggi pecah secara tidak sengaja sehingga dokter dapat mempertimbangkan tindakan medis.

3. Berada pada kulit yang tipis atau sudah pecah

Pada kondisi ini, deroofing bertujuan membersihkan jaringan yang berpotensi terkontaminasi sehingga risiko infeksi dapat ditekan.

4. Menekan jaringan di bawahnya

Gelembung yang terlalu besar dapat menghambat aliran darah menuju jaringan kulit sehingga berpotensi memperluas kerusakan.

Jangan Memecahkan Lepuhan Sendiri

Lepuhan pada luka bakar merupakan respons alami tubuh untuk melindungi jaringan yang sedang pulih. Walaupun dalam beberapa kasus dokter perlu melakukan deroofing, tindakan tersebut tidak boleh dilakukan sendiri di rumah.

Jika gelembung tampak semakin besar, terasa sangat nyeri, mengeluarkan cairan berbau, muncul nanah, atau disertai demam, segera periksakan diri ke dokter.

Konsultasi dengan dokter spesialis kulit diperlukan untuk menentukan apakah luka cukup dirawat secara konservatif atau memerlukan tindakan medis lebih lanjut. (*/red)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB