Javanusa.com—Penyakit jantung koroner dapat berkembang ketika aliran darah menuju otot jantung terganggu.
Kondisi ini terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner yang membawa oksigen ke jantung.
Dikutip dari Halodoc, salah satu penyebab utama jantung koroner adalah aterosklerosis. Proses tersebut terjadi ketika plak yang terdiri dari lemak, kolesterol, dan berbagai zat lain menumpuk pada dinding pembuluh darah.
Tidak hanya penumpukan plak, sejumlah kondisi dan kebiasaan sehari-hari juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
Kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, serta kurangnya aktivitas fisik termasuk faktor yang perlu diperhatikan. Kebiasaan merokok dan pola makan yang tidak sehat juga dapat memperbesar risiko.
Selain faktor tersebut, usia dan riwayat penyakit jantung dalam keluarga turut berpengaruh. Stres yang berlangsung dalam waktu lama serta penyakit ginjal kronis juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gangguan jantung koroner.
Kenali Gejala Jantung Koroner
Gejala penyakit jantung koroner dapat berbeda pada setiap orang. Keluhan yang muncul antara lain nyeri atau tekanan pada dada, sesak napas, tubuh mudah lelah, mual, hingga keringat dingin.
Rasa nyeri juga dapat menjalar ke bagian tubuh lain. Area yang terdampak antara lain lengan, punggung, leher, hingga rahang.
Namun, penyakit ini tidak selalu menimbulkan tanda yang mudah dikenali. Sebagian orang dapat mengalami gangguan pada pembuluh darah jantung tanpa gejala yang jelas.
Pengobatan Disesuaikan dengan Kondisi Pasien
Dokter dapat memberikan obat untuk membantu mengendalikan faktor risiko jantung koroner. Beberapa obat bekerja dengan menurunkan kadar kolesterol, sedangkan jenis lainnya membantu mencegah terbentuknya bekuan darah.
Penggunaan obat harus mengikuti hasil pemeriksaan dan anjuran dokter. Pasien juga sebaiknya tidak menghentikan obat yang sudah diresepkan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Langkah untuk Mengurangi Risiko
Perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyakit jantung koroner. Berhenti merokok, membatasi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan garam, serta menjaga berat badan dapat membantu menekan risiko.
Aktivitas fisik juga perlu dilakukan sesuai kondisi dan kemampuan tubuh. Selain itu, pemeriksaan berkala penting untuk memantau tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol.
Pengendalian faktor risiko sejak dini dapat membantu mencegah masalah jantung berkembang menjadi lebih serius.
Kapan Harus Segera Mendapatkan Pertolongan?
Nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba, sesak napas berat, pingsan, atau keringat dingin membutuhkan perhatian medis segera.
Jika keluhan tersebut muncul, segera menuju instalasi gawat darurat untuk mendapatkan pemeriksaan. Dokter dapat menentukan penyebab keluhan sekaligus memilih pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. (*)






