Jejak Harmoni Empat Etnis di Balik Kekayaan Kuliner Kota Padang

Penulis -

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza. (Foto: Dispar Padang)

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza. (Foto: Dispar Padang)

Padang, Javanusa—Kota Padang tidak hanya dikenal lewat pesona alamnya, tetapi juga kekuatan kulinernya yang telah mendunia.

Kini, ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut tengah mematangkan langkah strategis untuk menjadi bagian dari Jejaring Kota Kreatif UNESCO pada tahun 2027, dengan fokus utama pada bidang gastronomi.

Gelar Kota Gastronomi sejatinya bukan hal yang berlebihan. Kekayaan kuliner daerah ini lahir dari sejarah panjang akulturasi budaya yang harmonis.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza menjelaskan gastronomi di wilayahnya merupakan perpaduan erat antara budaya dan kuliner yang telah menjadi warisan tak ternilai.

“Gastronomi sendiri dalam artian adalah perpaduan budaya dan kuliner menjadi bagian dari kekayaan warisan budaya Kota Padang. Dan ini perlu kita coba untuk mengusung dari berbagai sentra atau lini untuk meningkatkan identitas kuat Kota Padang menjadi kota gastronomi,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang.

Akulturasi Empat Etnis Dalam Sepiring Kuliner

Sejarah mencatat tata kehidupan Kota Padang dibentuk oleh keberagaman budaya. Istilah Padang jalan berempat merujuk pada percampuran harmoni dari empat pilar etnis utama: Minangkabau, India, Tionghoa, dan Nias. Jejak interaksi lintas budaya ini melahirkan warisan budaya tak benda, seperti Tari Balanse Madam dan kesenian Gamad dari etnis Nias, atraksi Barongsai dari etnis Tionghoa, Makan Bajamba dari Minangkabau hingga tradisi Serak Gulo dari etnis India keturunan Tamil.

Namun, interaksi paling lekat dan memikat tentu terjadi di bidang kuliner. Berbagai restoran di kota ini menyajikan hidangan yang dipengaruhi oleh latar belakang multietnis tersebut tanpa kehilangan identitas lokalnya.

“Hal-hal ini yang membentuk kekayaan Kota Padang dengan berbagai etnis, itu dia tidak membuat satu-satu makanan sesuai dengan etnisnya sendiri tapi memperkaya masakan Padang,” tambahnya.

Baca Juga :  Wawako Padang Ekos Albar Hadiri Pisah Sambut dan Sertijab Camat Lubeg

Dirinya mencontohkan bagaimana pengaruh Tionghoa melahirkan hidangan khas di berbagai kedai yang menyajikan Nasi Padang versi peranakan.

Sementara jejak India terlihat nyata pada dominasi rempah di hidangan soto lokal, seperti soto Garuda dan soto Rajawali, serta martabak Malabar. Kekuatan rempah dan bumbu inilah yang turut menarik minat masyarakat mancanegara terhadap hidangan lokal Kota Padang.

Mendorong Pertumbuhan Umkm dan Pendapatan Daerah

Visi menuju pengakuan dunia ini bukan sekadar mengejar prestise. Lebih jauh, langkah ini menjadi strategi terpadu pemerintah daerah untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor jasa dan pariwisata.

Pemerintah kota meyakini label Kota Gastronomi akan memberikan efek domino positif bagi perekonomian masyarakat. Ketika citra kuliner lokal semakin disorot, daya tarik pariwisata akan meningkat secara otomatis.

“Jadi dengan kita menampilkan itu, kalau banyak yang melihat dan juga kita merilis di berbagai media, orang coba ingin mencoba. Jadi kalau makanan apa yang viral, itu orang berusaha pergi untuk mencoba mengejar makanan itu ke suatu tempat. Nah itu yang kita harapkan dengan jadi Kota Gastronomi, banyak UMKM kita bisa tumbuh, wisatawan bisa masuk, dan ini bagian yang kita sajikan untuk meningkatkan pendapatan PAD,” ungkapnya menjelaskan arah kebijakan tersebut.

Menghadapi Seleksi Nasional

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemko) Padang sedang serius menyusun dokumen pengajuan untuk menghadapi seleksi nasional jejaring kota kreatif. Dari tujuh belas sub sektor ekonomi kreatif  yang dinilai dan dipilih hanya dua untuk diajukan ke tingkat dunia.

“Kita berharap kita bisa mewakili Indonesia sebagai kota gastronomi. Semoga kita bisa berhasil di tahun ini dan 2027 jika berhasil kita maju ke UNESCO menjadi pengakuan UNESCO untuk gastronomi Kota Padang,” pungkasnya dengan penuh optimisme.

Baca Juga :  Bansos Tahap Kedua, Kecamatan Kuranji Data Ulang Warga Terdampak Banjir di Gunung Sarik

Perjalanan panjang menuju panggung global ini membuktikan bahwa kuliner bukan sebatas urusan pemuas selera, melainkan medium pemersatu etnis dan motor penggerak ekonomi kerakyatan. Kolaborasi seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci penentu agar cita-cita besar tersebut dapat terwujud nyata. (*/red)

Berita Terkait

WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan
WITF 2026 Kembali Digelar, Perluas Akses Pariwisata Indonesia ke Pasar Global
Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako
Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026
47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Kemenpar Sebut Rekor Baru
Percepat Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Minta Pendataan Bangunan Segera Dituntaskan
PKL Batang Arau Akan Ditata, Pemko Padang Siapkan Sentra Kuliner

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru