Jelang Iduladha 2026, Kementan Perkuat Pasokan Bawang Merah Nasional

Penulis -

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementan terus memperkuat langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan bawang merah nasional menjelang Iduladha 1447 H. (Foto: Kementan)

Kementan terus memperkuat langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan bawang merah nasional menjelang Iduladha 1447 H. (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan bawang merah nasional menjelang Iduladha 1447 Hijriah.

Pemantauan di sejumlah sentra produksi utama seperti Solok, Brebes, Enrekang, Bima, Nganjuk, Bandung, Kendal, Garut, hingga Probolinggo menunjukkan produksi bawang merah nasional masih terkendali meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan produksi bawang merah nasional hingga saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Produksi nasional rata-rata mencapai sekitar 2 juta ton konde basah atau setara 1,3 juta ton rogol kering panen per tahun. Sementara itu, kebutuhan konsumsi nasional berada di kisaran 1,26 juta ton per tahun.

“Produksi bawang merah nasional masih mencukupi, bahkan Indonesia juga terus melakukan ekspor. Menghadapi Iduladha, kami memperkuat sinergi bersama champion bawang merah, pemerintah daerah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi,” kata Ratule dalam keterangannya pada Rabu (20/5/2026).

Cuaca Ekstrem Pengaruhi Produktivitas di Sentra Produksi

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan musim tanam Maret–Mei tahun ini diwarnai cuaca ekstrem yang memicu serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti ulat grayak dan moler. Kondisi tersebut memengaruhi produktivitas di beberapa sentra produksi.

Meski demikian, distribusi bawang merah dari berbagai daerah seperti Nganjuk, Enrekang, Pati, Brebes, Temanggung, dan Garut masih berjalan lancar.

“Kami terus berkoordinasi dengan dinas pertanian, petani champion, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait agar pasokan tetap aman. Produksi diperkirakan meningkat pada Juni 2026 seiring masuknya masa panen di sejumlah sentra utama,” ungkap Agung.

Panen di Daerah Diperkirakan Meningkat pada Juni

Petani champion bawang merah asal Enrekang, Kasmidi, menyebut panen di wilayahnya masih berlangsung hingga menjelang Iduladha. Distribusi rutin ke Kalimantan juga tetap berjalan sebanyak tiga kali dalam sepekan.

Baca Juga :  IKM Kriya Indonesia Tampil di Home InStyle 2026 Hong Kong, Bidik Pasar Ekspor Global

Sementara itu, champion bawang merah asal Solok, Amri Ismail, mengatakan panen raya di daerahnya diperkirakan berlangsung pada pertengahan Juni. Kondisi tersebut diprediksi akan memperkuat pasokan bawang merah untuk wilayah Sumatra.

Harga Masih di Atas Acuan

Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, menyampaikan stok bawang merah hingga akhir Mei masih tersedia. Namun, produksi di sejumlah daerah mengalami penurunan sekitar 30 hingga 40 persen akibat cuaca ekstrem.

“Harga diperkirakan masih berada di atas harga acuan hingga Iduladha karena meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, kondisi diproyeksikan kembali normal seiring masuknya panen dari berbagai sentra produksi,” ujarnya.

Kementan Intensif Pantau Produksi dan Distribusi

Kementan memastikan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan produksi, distribusi, dan harga bawang merah di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan nasional selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB