Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia agar mulai menghemat tenaga dan fokus mempersiapkan diri menghadapi fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan fase puncak haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Karena itu, jemaah diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari. Suhu di Makkah dan Madinah saat ini berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.
“Jemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas,” ujar Maria di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Pergerakan Jemaah Terus Berlangsung
Maria menjelaskan, hingga hari ke-21 operasional haji, sebanyak 341 kloter dengan 132.057 jemaah dan 1.361 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Sementara itu, sebanyak 240 kloter dengan 92.767 jemaah dan 960 petugas telah tiba di Makkah dari Madinah. Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Jeddah, tercatat 67 kloter dengan 25.541 jemaah dan 269 petugas telah tiba di Arab Saudi.
Adapun jumlah jemaah haji khusus yang sudah tiba di Arab Saudi mencapai 5.766 orang.
Lansia dan Jemaah Risiko Tinggi Diminta Waspada
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah risiko tinggi agar segera melapor kepada petugas bila mengalami keluhan kesehatan.
Keluhan tersebut meliputi pusing, sesak napas, nyeri dada, demam, batuk berat, atau kondisi tubuh yang menurun.
“Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji,” tegas Maria.
Maria juga menekankan pentingnya peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dalam mendampingi jemaah. M
enurutnya, KBIHU perlu memperkuat edukasi kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan kedisiplinan jemaah selain memberikan bimbingan manasik.
Kemenhaj Atur Pergerakan Jemaah
Kemenhaj telah mengeluarkan edaran pengaturan pergerakan jemaah sebagai langkah mitigasi menjelang fase puncak haji.
Jemaah diminta mematuhi arahan petugas, baik saat aktivitas dari hotel menuju Masjidil Haram, perjalanan dari Madinah ke Makkah, maupun persiapan menuju Armuzna.
Khusus jemaah gelombang kedua yang tiba melalui Jeddah, Maria mengimbau agar jemaah mengenakan kain ihram sejak di embarkasi. Jemaah akan mengambil miqat dalam perjalanan menuju Arab Saudi dan langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Layanan Kesehatan dan Data Jemaah Wafat
Terkait layanan kesehatan, hingga saat ini sebanyak 67 jemaah masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi.
Kemenhaj juga mencatat satu jemaah wafat pada Ahad, 10 Mei 2026, atas nama Kasiani Sigito Tarmidi dari KNO 8 asal Kota Medan, Sumatera Utara. Dengan tambahan tersebut, total jemaah wafat di Arab Saudi mencapai 24 orang.
“Atas nama Kemenhaj, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Maria.
Maria turut mengapresiasi seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan layanan kepada jemaah. Ia juga mengajak jemaah menjaga kesehatan, menghemat tenaga, mematuhi ketentuan pergerakan, dan memperkuat kesiapan ibadah.
“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, perlindungan, dan kesehatan kepada seluruh jemaah haji Indonesia, serta menjadikan hajinya mabrur,” tutup Maria. (*/red)






