Makkah, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan pasokan logistik bagi jemaah haji Indonesia selama fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) 1447 H/2026 M dalam kondisi aman.
Untuk mendukung mobilitas tinggi dan menjaga stamina jemaah, pemerintah menyiapkan jutaan paket makanan siap santap atau ready to eat (RTE).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PEEHU) Kemenhaj RI, Jaenal Effendi, mengatakan total kebutuhan konsumsi siap santap untuk seluruh jemaah haji Indonesia selama fase Armuzna telah dihitung secara rinci.
“Total RTE yang kita butuhkan untuk fase Armuzna mencapai sekitar 3.082.200 paket. Jumlah itu terbagi dalam dua kategori besar,” ujar Jaenal Effendi saat memberikan keterangan kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Selasa (19/5/2026).
Pembagian Paket untuk Fase Armuzna
Jaenal menjelaskan, kategori pertama ditujukan untuk kebutuhan utama Armuzna pada 8 hingga 12 Dzulhijjah. Volume paket pada tahap ini mencapai 1.849.680 paket. Pengadaan dilakukan melalui kerja sama syarikah Arab Saudi dengan PT Halalan Thayyiban dan Family Food.
Sementara itu, kategori kedua mencapai 1.232.520 paket. Pemerintah menyiapkan paket tersebut untuk kebutuhan jemaah pada 7, 8, dan 13 Zulhijah. Industri makanan asal Indonesia memproduksi paket itu bersama perusahaan lokal di Arab Saudi.
Menurut Jaenal, percepatan produksi dan penyediaan makanan menjadi bagian dari strategi mitigasi pemerintah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi ketidakpastian rantai pasok global akibat situasi geopolitik.
“Kemarin karena adanya geopolitik dan kenaikan bahan baku, kami memastikan pelaksanaan Armuzna mulai tanggal 7 sampai 13 tetap aman. Alhamdulillah sebagian besar sudah ada di dapur dan akan didistribusikan ke hotel-hotel tempat para jemaah tinggal,” kata Jaenal.
Menu Disesuaikan dengan Selera Jemaah Indonesia
Kemenhaj juga menyesuaikan menu RTE dengan cita rasa Indonesia agar jemaah tidak mengalami kejenuhan selama berada di Tanah Suci. Menu yang disiapkan antara lain gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging kacang merah, kare ayam kentang, nasi basmati putih, dan nasi uduk.
“Nah, ini memang kita sesuaikan dengan cita rasa Indonesia. Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan atau perlakuan lain,” ujarnya.
Selain praktis, paket makanan tersebut juga telah melalui pengujian laboratorium. Jaenal memastikan makanan RTE memiliki daya tahan hingga 18 bulan dan tetap aman dikonsumsi jemaah.
Ia juga meminta seluruh petugas haji aktif memberikan edukasi kepada jemaah terkait cara konsumsi makanan siap santap tersebut.
“Kemarin juga sudah kita uji lagi di laboratorium dan masih sangat layak untuk dikonsumsi. Mudah-mudahan jemaah bisa nyaman beribadah dan fokus karena kebutuhan makan selama Armuzna tercukupi,” pungkas Jaenal. (*/red)






