Padang, Javanusa—Jembatan Gantung Merah Putih di Kampung Guo, RT 01/RW 06, Kelurahan Kuranji, Kota Padang, resmi dioperasikan pada Senin (9/3/2026). Peresmian dilakukan secara daring oleh Presiden Prabowo Subianto.
Jembatan ini menjadi penghubung penting bagi warga yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses. Dengan adanya jembatan, mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak menuju sekolah, masjid, dan aktivitas ekonomi, menjadi lebih lancar.
Nirwana, warga setempat, menyebut keberadaan jembatan memudahkan aktivitas sehari-hari. “Sekarang anak-anak sekolah lebih dekat, semua akses jadi lancar,” ujarnya.
Peresmian ini juga disertai peluncuran program 200 Jembatan Garuda secara nasional melalui video conference.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Panglima Kodam I/Bukit Barisan Arief Gajah Mada, beserta jajaran TNI, termasuk penandatanganan prasasti oleh Pangdam.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dalam sambutannya pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di Indonesia. Ia menilai penyelesaian 218 jembatan dalam waktu sekitar dua setengah bulan merupakan capaian besar.
“Peresmian 218 jembatan ini menunjukkan kesungguhan TNI dan petugas di daerah untuk membantu masyarakat,” katanya.
Program pembangunan jembatan oleh TNI saat ini mencakup 1.072 jembatan di seluruh Indonesia, dengan 218 jembatan telah selesai. Jenis jembatan yang dibangun meliputi:
-
- Jembatan Bailey: 77 unit, 59 selesai
- Jembatan Perintis: 222 unit dari 269 direncanakan, 77 selesai
- Jembatan Armco: 82 unit selesai
Selain pembangunan jembatan, TNI juga membangun sarana pendukung bagi masyarakat terdampak bencana, seperti 544 sumur bor dan 272 fasilitas MCK darurat.
“Air bersih akan dibuat permanen agar bisa digunakan berkelanjutan,” jelas Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak, selaku Ketua Satgas Jembatan.
Program ini bertujuan mempercepat pembangunan ribuan jembatan di seluruh Indonesia, memperkuat konektivitas wilayah, dan mendukung pemulihan daerah terdampak bencana. (*/red)






