Kapal Pengangkut 2.000 Ikan Hias Ilegal Ditangkap di Mentawai, Lima Kru Diamankan

Penulis -

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ditpolairud Polda Sumbar menggagalkan pengiriman sekitar 2.000 ekor ikan hias ilegal dari Kepulauan Mentawai menuju Bali. (Foto: Ist)

Ditpolairud Polda Sumbar menggagalkan pengiriman sekitar 2.000 ekor ikan hias ilegal dari Kepulauan Mentawai menuju Bali. (Foto: Ist)

Padang, Javanusa—Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Barat menggagalkan pengiriman sekitar 2.000 ekor ikan hias ilegal dari Kepulauan Mentawai menuju Bali.

Kapal KM ANTEL GT 15 yang membawa ribuan ikan tersebut ditangkap di perairan Sikakap, Mentawai, Senin (11/5/2026) dini hari.

Selain menyita ikan hias, polisi juga mengamankan lima kru kapal termasuk nakhoda karena kapal beroperasi tanpa Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin mengatakan, pengungkapan kasus bermula saat personel Ditpolairud melakukan patroli rutin di wilayah perairan Mentawai. Petugas kemudian menghentikan kapal KM ANTEL untuk pemeriksaan dokumen dan muatan.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan kapal tidak memiliki SPB. Saat dicek lebih lanjut, petugas menemukan sekitar 2.000 ekor ikan hias di dalam palka kapal,” ujar Solihin di Padang, Senin (11/5/2026).

Diduga Beroperasi Sejak 2016

Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku diduga telah menjalankan aktivitas pengambilan ikan hias ilegal sejak 2016. Dalam sebulan, mereka disebut melakukan pengiriman dua kali dari Mentawai.

Menurut Solihin, praktik tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada ekosistem laut Mentawai yang selama ini menjadi daya tarik wisata bawah laut.

“Kalau dilakukan dua kali setiap bulan selama bertahun-tahun, tentu jumlah ikan yang diambil sudah sangat banyak. Padahal ekosistem laut Mentawai menjadi salah satu magnet wisatawan mancanegara,” katanya.

Jenis ikan yang diamankan terdiri dari sedikitnya 10 spesies ikan hias, di antaranya Nemo, Angel Doreng, Angel Asli, dan Angel Merah. Spesies tersebut hidup di kawasan terumbu karang perairan jernih Mentawai.

Polisi juga mengungkap adanya dugaan jaringan perdagangan ikan hias ilegal yang terorganisir. Ikan hasil tangkapan dari Mentawai dibawa ke Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, sebelum dikirim ke Bali hingga luar negeri.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Luncurkan Danantara, Wujud Komitmen Pengelolaan Investasi Berkelanjutan

Menurut Solihin, pengepul membeli ikan dari nelayan dengan harga sekitar Rp25 ribu per ekor. Selanjutnya, ikan dijual kembali dengan harga jauh lebih tinggi, bahkan mencapai ratusan ribu rupiah di pasar ekspor seperti Singapura.

Ia menegaskan, eksploitasi ikan hias secara ilegal dapat mengancam kelestarian ekosistem laut Mentawai jika terus dibiarkan berlangsung.

“Kalau ekosistem rusak, tentu akan berdampak pada sektor pariwisata dan keberlanjutan sumber daya laut di Mentawai,” ujarnya.

Terancam Hukuman 8 Tahun Penjara

Saat ini, Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumbar masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri jaringan distribusi dan pihak pengepul yang terlibat.

Para pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang junto Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Dalam aturan tersebut, pelaku usaha perikanan tanpa izin di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia terancam hukuman penjara maksimal delapan tahun dan denda hingga Rp1,5 miliar.

“Penyidik masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan dan memberi efek jera,” tutup Solihin. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar
Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru