Dharmasraya, Javanusa—Inovasi Kartu Digital Sungai Rumbai Sehat untuk Eradikasi Stunting (KARDI SARAS) milik Pemkab Dharmasraya menembus level nasional.
Program ini meraih Outstanding Public Service Innovation (OPSI) pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025 yang digelar Kementerian PANRB.
Penghargaan tersebut menempatkan Dharmasraya sebagai salah satu daerah dengan inovasi pelayanan publik berdampak dan berkelanjutan.
Capaian ini sekaligus memperkuat peran layanan kesehatan primer dalam percepatan penurunan stunting.
KARDI SARAS Jawab Kebutuhan Riil Masyarakat
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyebut KARDI SARAS lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, inovasi ini mampu menjawab tantangan penanganan stunting secara terintegrasi.
“KARDI SARAS bukan sekadar aplikasi, tetapi solusi konkret yang memudahkan keluarga memantau tumbuh kembang balita,” ujar Annisa di Pulau Punjung, Jumat (9/1/2026).
KARDI SARAS memanfaatkan teknologi digital berbasis QR Code. Sistem ini membantu pemantauan gizi, edukasi pola asuh, dan pendampingan keluarga secara berkelanjutan.
Annisa menilai pendekatan digital ini memperkuat literasi gizi keluarga. Selain itu, layanan menjadi lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi dengan baik.
Keberhasilan KARDI SARAS tidak terlepas dari dukungan lintas sektor. Program ini didukung Wakil Bupati Leli Arni, Pj Sekda Jasman Dt Bandaro Bendang, serta Dinas Kesehatan Dharmasraya.
Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Kesehatan Yosta Defina dan Kepala UPT Puskesmas Sungai Rumbai Yulmiana Dwi. Implementasi konsisten di layanan dasar menjadi faktor penentu keberlanjutan inovasi.
Inovator Lokal Dapat Apresiasi Nasional
Bupati Annisa turut mengapresiasi inovator KARDI SARAS, dr. Abdurrahman, tenaga kesehatan UPT Puskesmas Sungai Rumbai. Ia dinilai berhasil menghadirkan inovasi aplikatif yang mudah direplikasi.
“Ini bukti bahwa inovasi dari daerah bisa bersaing di tingkat nasional,” kata Annisa.
Annisa menegaskan semangat inovasi pada HUT Kabupaten Dharmasraya ke-22 harus diterjemahkan dalam kerja nyata. Ia mendorong seluruh ASN terus menciptakan terobosan pelayanan publik.
Menurutnya, inovasi harus menjadi budaya birokrasi. Tujuannya agar pelayanan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dharmasraya Masuk 24 Daerah Penerima OPSI KIPP 2025
Penghargaan OPSI KIPP 2025 diserahkan di Jakarta dalam rangkaian peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) Triwulan IV. Dharmasraya menjadi satu dari 24 kabupaten/kota penerima apresiasi nasional.
Selain menerima penghargaan, delegasi Dharmasraya mengikuti Diseminasi Praktik Baik Pelayanan Publik 2025. Forum ini menjadi sarana berbagi pengalaman inovasi antar daerah. (*/red)






