Kartu Kredit Indonesia Diluncurkan, MDR QRIS 0 Persen Diperluas Mulai Oktober

Penulis -

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Indonesia bersama ASPI meluncurkan Kartu Kredit Indonesia pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (Foto: BI)

Bank Indonesia bersama ASPI meluncurkan Kartu Kredit Indonesia pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (Foto: BI)

Jakarta, Javanusa—Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Nasional (ASPI) meluncurkan Kartu Kredit Indonesia pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pada saat yang sama, Bank Indonesia memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen mulai 1 Oktober 2026.

Kedua kebijakan tersebut menjadi bagian dari respons industri sistem pembayaran untuk memperkuat ekonomi dan keuangan digital nasional.

Langkah ini diarahkan untuk menekan biaya transaksi, memperluas inklusi digital, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha.

Kebijakan tersebut mengemuka dalam acara Peluncuran Respons Kebijakan Sistem Pembayaran oleh Bank Indonesia, asosiasi, dan industri sistem pembayaran di Jakarta, 17 Agustus 2026.

MDR QRIS 0 Persen Diperluas

Dalam kebijakan terbaru, Bank Indonesia mempertahankan MDR QRIS 0 persen bagi merchant Usaha Mikro (UMI) untuk transaksi hingga Rp500.000.

Selain itu, cakupan MDR 0 persen kini meluas ke seluruh merchant kategori kecil, menengah, dan besar. Kebijakan tersebut berlaku untuk transaksi hingga Rp100.000.

Sebelumnya, transaksi pada kelompok merchant tersebut dikenakan MDR sebesar 0,7 persen. Perubahan ini diharapkan dapat mengurangi biaya transaksi sekaligus memperluas manfaat pembayaran digital bagi pelaku usaha.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan setiap perkembangan sistem pembayaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Respons kebijakan ini berangkat dari satu optimisme bahwa kebijakan ini menjadi wujud nyata sumbangsih Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran bagi bangsa Indonesia, sekaligus menjadi hadiah kemerdekaan untuk masyarakat. Oleh karenanya, kebijakan ini dibangun atas prinsip keseimbangan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka ruang tumbuh bagi merchant, serta menciptakan peluang baru bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran, dengan tetap menjaga keberlanjutan industri,” ujarnya.

Kartu Kredit Indonesia Diproses Secara Domestik

Selain kebijakan MDR QRIS, Bank Indonesia dan ASPI memperkenalkan Kartu Kredit Indonesia sebagai alternatif instrumen pembayaran dengan fasilitas penundaan pembayaran (deferred payment).

Baca Juga :  PSPP Padang Panjang Pecundangi Batang Anai 1-0 di Laga Pembuka Delapan Besar Liga 3 Sumbar

Instrumen tersebut memproses transaksi secara domestik. Kartu Kredit Indonesia menggunakan sumber dana untuk transaksi yang dilakukan melalui QRIS, baik dengan metode pindai (scan) maupun Tap.

Sejak 17 Agustus 2026, delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) telah menerbitkan Kartu Kredit Indonesia. Mereka terdiri atas BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, Bank Mega, serta BSI yang mengembangkan pembiayaan berbasis syariah.

Bank Indonesia akan terus mengembangkan Kartu Kredit Indonesia, termasuk melalui penambahan fitur dan peningkatan layanan. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang semakin inklusif.

Pengguna QRIS Tembus 65,77 Juta

Kehadiran Kartu Kredit Indonesia berlangsung ketika penggunaan QRIS terus mengalami pertumbuhan. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS mencapai 65,77 juta.

Sebanyak 6,23 juta pengguna baru tercatat sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut menunjukkan proses adopsi pembayaran digital masih terus berlangsung di tengah masyarakat.

Dari sisi merchant, QRIS telah menjangkau 44,86 juta pelaku usaha. Sebanyak 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa pembayaran digital tidak hanya berkembang pada bisnis berskala besar. Pelaku usaha mikro dan kecil juga menjadi bagian penting dalam perluasan ekosistem QRIS.

Pertumbuhan itu turut terlihat dari volume transaksi. Selama semester I 2026, QRIS mencatat 12,55 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp1,12 kuadriliun.

Secara tahunan, nilai transaksi tersebut tumbuh 93,92 persen (year on year/yoy). Pertumbuhan ini memperlihatkan semakin besarnya peran QRIS dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Dorong Kemandirian Ekonomi Digital

Peluncuran Kartu Kredit Indonesia dan perluasan MDR QRIS 0 persen merupakan hasil sinergi Bank Indonesia dengan asosiasi, Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PSP), serta berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Kabar Duka! Komedian Temon Meninggal Dunia

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penguatan ekonomi digital dan kemandirian ekonomi nasional. Arah kebijakan juga sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 serta program Asta Cita Pemerintah.

Melalui penguatan infrastruktur dan instrumen pembayaran domestik, Bank Indonesia berharap ekosistem transaksi digital semakin efisien dan inklusif. Pada akhirnya, perkembangan tersebut diharapkan turut menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB