Padang Pariaman, Javanusa—Kebakaran menghanguskan bangunan ruang kelas Pondok Pesantren Bustanul Yaqin di Korong Kampuang Tangah, Nagari Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (23/7/2026).
Peristiwa ini menyebabkan kerugian material sekitar Rp600 juta dan mengakibatkan seorang personel pemadam kebakaran mengalami kecelakaan kerja saat bertugas.
Berdasarkan laporan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Padang Pariaman, petugas menerima laporan kebakaran pada pukul 13.04 WIB. Satu menit kemudian, armada langsung bergerak menuju lokasi.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 15.30 WIB atau lebih dari dua jam sejak petugas tiba.
Komandan Regu Wilayah I Damkar Padang Pariaman, Satria Buana Putra, menjelaskan api pertama kali diketahui oleh seorang santri.
“Awalnya santri melihat ada asap yang muncul, kemudian api langsung membesar dengan cepat hingga menghanguskan ruang kelas. Pengelola pondok pesantren yang mengetahui kejadian itu segera menghubungi pihak pemadam kebakaran untuk meminta bantuan,” ujar Satria Buana Putra.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas belum mengungkap sumber api maupun faktor yang memicu kobaran api cepat membesar.
Damkar Kerahkan Sejumlah Armada
Untuk mengendalikan kebakaran, Satpol PP Damkar Kabupaten Padang Pariaman mengerahkan armada bernomor 04, 05, 07, dan 08. Bantuan mobil pemadam dari Kota Pariaman juga diterjunkan agar api segera dapat dikendalikan.
Penanganan di lapangan melibatkan Regu B Posko Limpato, Regu B Lubuk Alung, Regu B Sungai Limau, personel Engki Turnando, serta tim pemadam dari Kota Pariaman.
Selama proses pemadaman berlangsung, seorang personel Damkar bernama Riski Yasri mengalami kecelakaan kerja. Namun, laporan resmi belum menjelaskan kondisi terkini korban.
Proses penanganan kebakaran turut didampingi Kepala Seksi Inspeksi Satpol PP Damkar Kabupaten Padang Pariaman, Darlisman, dan Kepala Seksi Pencegahan, Andriadi.
Ruang Kelas Hangus, Kerugian Capai Rp600 Juta
Kobaran api melalap bangunan ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar para santri. Akibatnya, pihak yayasan diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp600 juta.
Pondok Pesantren Bustanul Yaqin dipimpin oleh Dr. H. Rahmat TK. Sulaiman sebagai ketua yayasan sekaligus pemilik lembaga pendidikan tersebut. Selain mengelola pesantren, ia juga berprofesi sebagai dosen.
Satpol PP Damkar Kabupaten Padang Pariaman juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan sekolah dan pondok pesantren. Selain menimbulkan kerugian besar, kebakaran juga dapat mengganggu aktivitas pendidikan. (*)






